MAGETAN - Kasus pencurian tujuh laptop di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan yang terjadi pada pertengahan Juni lalu sempat memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan data pemerintahan.
Dalam peristiwa tersebut, pelaku menggasak tujuh laptop dari meja kerja pegawai, terdiri atas empat laptop milik Bagian Hukum dan tiga laptop milik Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala). Selain itu, satu unit harddisk eksternal juga turut dibawa kabur.
Dari tujuh laptop yang hilang, lima unit merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan, sedangkan dua lainnya merupakan laptop pribadi pegawai. Menyusul kejadian tersebut, Pemkab Magetan langsung melakukan penelusuran terhadap data yang tersimpan di perangkat-perangkat tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, mengatakan hilangnya perangkat tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena berisi berbagai dokumen pemerintahan.
Baca Juga : Tiga Remaja Bobol Sekolahan SD Terekam CCTV
Namun, hasil penelusuran menunjukkan sebagian besar data berhasil dipulihkan karena telah tersimpan di komputer lain maupun sistem pencadangan yang dimiliki masing-masing unit kerja. Dengan demikian, pelayanan administrasi pemerintahan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan yang signifikan.

Insiden ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Magetan untuk memperkuat sistem pengamanan di lingkungan perkantoran. Penataan ulang posisi CCTV dan monitor pemantau dilakukan, disertai penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, termasuk mekanisme penguncian ruangan dan penyerahan kunci kepada petugas jaga.
"Kemarin sudah koordinasi dengan pihak terakait untuk diatur ulang terkait peletakan CCTV dan monitor. Karena letak monitor terlalu tinggi dan sedikit menyulitkan pengamatan petugas. Yang terpenting juga pengetatan SOP penguncian ruangan,"ujar Welly pada jumat (26/06)
Meski sebagian besar data berhasil diselamatkan, kerugian materi akibat pencurian tetap tidak dapat dihindari. Pengadaan lima laptop dinas pengganti akan disesuaikan dengan mekanisme penganggaran pada periode berikutnya. Sementara itu, penyelesaian terkait dua laptop milik pribadi pegawai masih dikoordinasikan dengan kepala bagian terkait.
Hingga kini, kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Pemkab Magetan berharap pelaku segera terungkap sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat keamanan aset dan perlindungan data pemerintahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Iwan Iwe



















