Menu
Pencarian


Kemarau Melanda, 26 Desa di Bangkalan Krisis Air Bersih, PMI Turun Tangan

Portaljtv.com - Kamis, 30 Juli 2026 14:54
Kemarau Melanda, 26 Desa di Bangkalan Krisis Air Bersih, PMI Turun Tangan
Petugas PMI Kabupaten Bangkalan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Bangkalan, Rabu (30/7/2026). (Foto: PMI Kabupaten Bangkalan)

BANGKALAN - Musim kemarau kembali membawa persoalan lama yang belum juga tuntas di Bangkalan. Sebanyak 26 desa yang tersebar di 6 kecamatan kini bergulat dengan kekeringan, memaksa warga berjibaku demi setetes air bersih untuk kebutuhan memasak dan mandi. Menjawab kondisi ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan bergerak cepat mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik terdampak.

Kekeringan musiman ini memang bukan fenomena baru. Setiap tahun, ketika kemarau tiba, wilayah-wilayah tertentu di Bangkalan secara alami mengalami krisis air akibat kondisi geografis dan minimnya sumber air permanen. Akibatnya, warga harus menempuh cara apa pun agar kebutuhan air harian tetap terpenuhi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PMI Kabupaten Bangkalan melakukan droping air bersih secara bertahap. Keterbatasan armada membuat proses ini tidak bisa dilakukan sekaligus. Dari total 30.000 liter air bersih yang harus didistribusikan setiap kali droping, petugas terpaksa melakukan pengiriman hingga 3 sampai 4 kali agar seluruh kebutuhan dapat tercukupi.

Momen kedatangan mobil tangki pun selalu dinantikan warga. Dengan antusias, mereka berbondong-bondong membawa jeriken, bahkan ada yang menggunakan gerobak agar lebih mudah mengangkut air dalam jumlah banyak, terlebih bagi warga yang rumahnya berjarak cukup jauh dari lokasi droping.

Baca Juga :   Petugas Damkar Bangkalan Evakuasi Ular Piton di Plafon Sekolah

Kabar baiknya, bantuan satu unit mobil tangki dari PMI Provinsi Jawa Timur turut mempercepat proses distribusi sekaligus memperluas jangkauan wilayah yang bisa dijangkau PMI Bangkalan.

Ketua PMI Kabupaten Bangkalan, Sa'ad Asy'ari, menjelaskan bahwa penanganan kekeringan menjadi salah satu tugas rutin lembaganya di tengah musim kemarau.

"Seperti yang sudah disampaikan pihak lingkungan melakukan tugas-tugas yang lain, diantaranya memang menangani hal-hal kesulitan masyarakat, apalagi mengenai bencana. Hari ini kita masuk pada musim kemarau dan di wilayah Bangkalan itu secara alami memang ada wilayah-wilayah yang memang setiap tahun ketika datang musim kemarau itu masyarakat warga kesulitan air," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, permintaan droping air bersih tercatat masuk dari enam kecamatan, yakni Kokop (11 desa), Sepulu (4 desa), Tanah Merah (4 desa), Kwanyar (1 desa), Arosbaya (4 desa), dan Blega (2 desa). Angka ini berpotensi bertambah seiring kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.