LUMAJANG - Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang. Salah satunya terjadi di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit.
Sejak sekitar satu bulan terakhir, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber mata air dan tandon penampung air hujan milik warga terus menipis akibat musim kemarau.
Selama ini, sebagian warga mengandalkan air hujan untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Namun, karena hujan tak kunjung turun, persediaan air di rumah warga mulai habis.
Kondisi ini membuat warga bergantung pada pengiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Saat bantuan air tiba, warga datang membawa jeriken, galon, ember, hingga tong untuk menampung air sebanyak mungkin.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lumajang, terdapat 19 desa di enam kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Hingga kini, penyaluran air bersih telah dilakukan di enam desa yang tersebar di Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, dan Gucialit.
BPBD mengimbau pemerintah desa agar segera melaporkan wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih. Laporan tersebut diperlukan agar bantuan air bersih dapat segera disalurkan ke lokasi terdampak.
Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau.
Editor : JTV Jember



















