MALANG - Prestasi cabang olahraga karate di Indonesia terus mengalami penurunan. Terbaru, cabor beladiri ini terdepak dari program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kemenpora.
Kondisi ini menjadi sinyal merah bagi masa depan karate tanah air. Dampak penurunan prestasi ini terasa hingga ke daerah, termasuk Jawa Timur yang kini prestasinya kian memprihatinkan.
Menyikapi kemerosotan tersebut, Perguruan Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Jawa Timur mengambil langkah tegas dengan mendesak segera digelarnya Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) FORKI Jatim. Inkanas menilai perlu adanya perombakan total dalam tata kelola organisasi demi mengembalikan kejayaan karate Jatim dan posisi karate di level nasional.
Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Inkanas se-Jatim yang digelar Minggu (8/3) di Suvanah, Malang, seluruh Pengkot/Pengkab Inkanas sepakat mengusung Johanes Koento untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengprov FORKI Jawa Timur periode 2026–2030.
“Kami membutuhkan perubahan besar. Tata kelola FORKI harus dibenahi agar cabor ini kembali berjaya dan layak masuk kembali ke DBON. Kami melihat figur Johanes Koento sebagai sosok yang mampu melakukan revolusi itu,” ujar Ketua Harian Inkanas Kabupaten Pasuruan, IPTU Joko Suseno.
Menanggapi dukungan tersebut, Johanes Koento menyatakan kesiapannya untuk melakukan revolusi besar-besaran di tubuh FORKI Jatim. Fokus utamanya adalah modernisasi pembinaan dengan mengedepankan Sport Science.
"Mengembalikan Marwah dan Kejayaan Karate Jawa Timur sebagai Barometer Prestasi Nasional melalui Tata Kelola Organisasi yang Modern, Transparan, dan Berbasis Sport Science."
Revolusi Organisasi: Melakukan restrukturisasi birokrasi FORKI Jatim yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Implementasi Sport Science: Menerapkan sistem kepelatihan berbasis data, analisis performa fisik, dan nutrisi terkini untuk mencetak atlet kelas dunia.
Akselerasi Prestasi menuju DBON: Mengembalikan standar prestasi karate Jatim agar menjadi penggerak utama kembalinya karate ke dalam program DBON Kemenpora.
Sinergi Perguruan: Memperkuat kolaborasi antar-perguruan karate di Jatim tanpa diskriminasi demi kepentingan prestasi daerah.
Dukungan kepada Johanes Koento bukan tanpa alasan. Ia adalah legenda yang pernah mengharumkan nama bangsa dengan medali emas di SEA Games dan PON. Inkanas Jatim sendiri merupakan lumbung atlet berprestasi seperti Umar Syarief, Jeane Mariane Taroreh, hingga Sisilia Ora.
“Kami mengenal langsung rekam jejak, dedikasi, dan visi beliau. Dengan pengalaman internasionalnya, kami yakin di bawah kepemimpinan Johanes Koento, karate Jatim tidak hanya akan bangkit, tapi memimpin di level nasional,” pungkas IPTU Joko Suseno. (M Fasichullisan).
Editor : M Fakhrurrozi



















