Memasuki fase pertengahan bulan suci Ramadan, semangat ibadah umat Islam kerap mengalami penurunan. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam program religi “Blusukan Padhange Ati Ramadan” yang disiarkan oleh JTV pada Minggu (8/3/2026). Dalam tausiahnya, KH Imam Chambali mengajak jemaah untuk kembali merapatkan barisan dan memperkuat komitmen ibadah hingga akhir Ramadan.
KH Imam Chambali mencermati kecenderungan masyarakat yang antusias di awal Ramadan, namun mulai melonggar di pertengahan bulan akibat kesibukan mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Menurutnya, hal ini adalah tantangan yang harus dilawan karena tujuan utama puasa adalah meraih derajat takwa.
“Ramadan adalah kawah candradimuka untuk menjadi orang yang bertakwa. Maka, amalan seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah tidak boleh kendor. Justru di tengah bulan inilah kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita,” ujar KH Imam Chambali.
Dalam kajiannya, beliau mengutip Surah Al-Hajj ayat 18 yang menggambarkan bagaimana seluruh makhluk di alam semesta bersujud dan tunduk kepada Allah SWT. Ayat ini menjadi pengingat bagi manusia agar tidak menggantungkan harapan kepada selain-Nya.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
Beliau menekankan bahwa sujud adalah posisi terdekat antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Ketika menghadapi berbagai persoalan hidup atau kegelisahan, sujud dan salat menjadi jalan keluar utama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Kalau sedang punya masalah, perbanyaklah sujud dan berdoa kepada-Nya. Bahkan, bagi perempuan yang sedang berhalangan (haid), tetap bisa bersujud di luar salat sebagai bentuk memohon pertolongan dan mencurahkan isi hati kepada Allah,” jelasnya.
Selain memperbanyak ibadah sunnah seperti salat tahajud dan dhuha, KH Imam Chambali mengingatkan pentingnya menjaga lisan. Beliau memperingatkan bahwa kebiasaan membicarakan keburukan orang lain (ghibah) dapat mengikis habis pahala kebaikan yang telah dikumpulkan selama berpuasa.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Perbedaan Golongan Bukan Alasan untuk Saling Menyalahkan
Program “Blusukan Padhange Ati Ramadan” ini pun menjadi ajakan bagi umat Islam untuk menjadikan sisa waktu Ramadan sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak sujud, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih ketenangan hati dan kedamaian hidup. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















