KEDIRI - Di tengah gencarnya kampanye efisiensi energi dan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, memilih cara tak biasa. Tiga kali dalam seminggu, pria yang sehari-hari bertugas menangani bencana ini mengayuh sepeda menuju kantor.
Bagi Joko, kebijakan bersepeda ke kantor bukan sekadar mengikuti aturan. Ada dua manfaat sekaligus yang ia raih: tubuh sehat sekaligus memantau kondisi lapangan.
"Selain menyehatkan, saya juga bisa memantau langsung kondisi di lapangan sesuai tugas kami di BPBD," ujar Joko Ariyanto, Kamis (2/4/2026).
Ternyata, kebiasaan sehat ini sudah ia jalani jauh sebelum ada kebijakan resmi. Setiap Selasa dan Jumat, Joko rutin menggowes sepedanya ke kantor. Bahkan kadang ia menambah satu hari lagi, yakni pada Kamis.
Baca Juga : Gelar Open House, Wisma Jerman Kampanye Energi Terbarukan dan Efisiensi Energi
Jarak rumahnya di Kediri dengan kantor yang hanya sekitar tujuh kilometer menjadi alasan utama. Dengan medan yang terbilang bersahabat, Joko mengaku enjoy mengayuh sepeda selama kurang lebih 30 menit perjalanan.
"Udara pagi yang sejuk bikin semangat. Berangkat kerja sambil olahraga, dua kegiatan bisa berjalan bersamaan," tambahnya.
Yang menarik, kebiasaan Joko ini mulai diikuti petugas BPBD lainnya. Ia menyebut, saat ini sudah ada beberapa staf yang sepakat untuk ikut bersepeda ke kantor, terutama bagi mereka yang jarak rumahnya kurang dari tujuh kilometer.
Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah. Salah satu poin penting dalam edaran tersebut adalah pengurangan penggunaan kendaraan dinas jabatan maksimal 50 persen.
Sebagai gantinya, ASN disarankan menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda, atau alat transportasi lain yang tidak berbasis bahan bakar fosil. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri


















