SURABAYA - Harga pangan di pasar tradisional Jawa Timur menunjukkan pergerakan beragam memasuki pekan kedua setelah Idulfitri 1447 H. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 2 April 2026, lonjakan kembali terjadi pada komoditas cabai rawit.
Setelah sempat mengalami penurunan pada pekan sebelumnya, harga cabai rawit merah melonjak 33 persen atau Rp19.850 menjadi Rp80.000 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit hijau justru turun 13,67 persen menjadi Rp30.000 per kilogram. Cabai merah besar juga melemah 17,92 persen ke Rp30.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting turun 8,39 persen menjadi Rp34.950 per kilogram.
Pada komoditas bawang, harga cenderung menurun. Bawang merah ukuran sedang turun 4,65 persen menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang turun 3,85 persen ke Rp30.000 per kilogram.
Baca Juga : Pekan Kedua Usai Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Jatim Kembali Melonjak
Harga beras menunjukkan tren kenaikan di sebagian besar jenis. Beras kualitas medium I naik 4,42 persen menjadi Rp15.350 per kilogram dan medium II naik 4,26 persen ke Rp14.700 per kilogram. Beras kualitas super I meningkat 1,27 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, sedangkan super II naik tipis 0,32 persen menjadi Rp15.500 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah I naik 6,23 persen menjadi Rp14.500 per kilogram dan bawah II turun tipis 0,37 persen ke Rp13.500 per kilogram.
Di sektor protein hewani, harga cenderung menurun. Daging ayam ras segar turun 6,18 persen menjadi Rp39.500 per kilogram. Daging sapi kualitas I turun 3,07 persen ke Rp132.500 per kilogram dan kualitas II turun 2 persen menjadi Rp122.500 per kilogram. Telur ayam ras segar juga turun 3,81 persen menjadi Rp29.000 per kilogram.
Komoditas gula dan minyak goreng menunjukkan tren kenaikan. Gula pasir premium naik 2,43 persen menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara gula pasir lokal naik 0,85 persen ke Rp17.750 per kilogram.
Baca Juga : Harga Pangan di Jatim Masih Tinggi di Pekan Ketiga Ramadan
Minyak goreng curah naik 3,29 persen menjadi Rp22.000 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek I meningkat 2,09 persen ke Rp22.000 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II turun 3,8 persen menjadi Rp20.250 per liter. (*)
Editor : A. Ramadhan



















