BONDOWOSO - Inilah aksi damai sejumlah jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi PWI dan IJTI di Kabupaten Bondowoso. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas ucapan Presiden Prabowo yang menyebut jurnalis sebagai "londo ireng" saat berpidato dalam acara Harlah PKB di Jakarta beberapa hari lalu.
Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyampaikan orasi, membentangkan poster, hingga melakukan aksi teatrikal. Beberapa tulisan pada poster di antaranya berbunyi, "Kami Hitam, Tapi Bukan Londo", "Londo Ireng Bukan Pers", dan "Tolak Pembungkaman".
Sinca Ari Pangistu, Ketua PWI Bondowoso, mengatakan bahwa frasa "londo ireng" dapat dimaknai sebagai penjajah, pengkhianat, dan penindas rakyat. Menurutnya, penyebutan tersebut mencederai marwah, independensi, dan keberadaan jurnalis.
Selain berorasi, para jurnalis juga membagikan bunga hitam dan berjalan mundur sebagai simbol kemunduran demokrasi di Indonesia. Peserta aksi mendesak Presiden Prabowo mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Sebagaimana diketahui, dalam pidatonya pada peringatan Harlah PKB, Presiden Prabowo menyebut masih ada "londo ireng". Ia menyebut istilah tersebut dalam konteks wartawan, jurnalis, pengamat, serta LSM. Ungkapan itu kemudian memicu reaksi dari berbagai organisasi wartawan di sejumlah daerah, di antaranya AJI, IJTI, PWI, serta elemen media lainnya.
Editor : JTV Jember



















