PROBOLINGGO - Banjir bandang yang menerjang Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menyebabkan jembatan penghubung antar dusun putus total.
Akibatnya, sekitar 200 warga terisolasi dan harus menggunakan perahu karet sebagai satu-satunya sarana melintasi wilayah tersebut.
Dalam kondisi darurat ini, seorang ibu hamil bernama Risma (19), warga Dusun Gilih, terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet. Evakuasi dilakukan karena usia kandungannya telah memasuki 9 bulan dan diperkirakan segera melahirkan.
Untuk memastikan keselamatannya, Risma dibawa ke rumah keluarganya di dusun sebelah yang memiliki akses lebih mudah menuju fasilitas kesehatan.
Baca Juga : Sebelum Putus, Kondisi Jembatan di Kutorejo Mojokerto Sudah Dilaporkan ke Dinas PUPR
“Meskipun harus naik perahu karet, Alhamdulillah proses evakuasi Bu Risma berjalan lancar,” ujar Ahmad, salah satu warga Dusun Gilih.
Jembatan yang putus tersebut merupakan akses utama bagi aktivitas ekonomi warga Dusun Gilih. Tanpa jembatan ini, warga harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer melewati jalan setapak untuk mencapai jembatan terdekat.
Warga berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan darurat semi permanen agar akses transportasi dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat kembali normal. (Najla Lailatun)
Baca Juga : Jembatan Penghubung Desa di Kutorejo Mojokerto Putus, Warga Terisolir
Editor : M Fakhrurrozi