MALANG - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur menggelar Roadshow Hapus Tato Gratis di Malang dan Sidoarjo pada 14–15 Februari 2026. Program ini ditujukan bagi umat Muslim yang ingin berhijrah dan memulai lembaran baru menjelang Ramadhan.
Pelaksanaan di Malang digelar pada Sabtu (14/2/2026) di Klinik Hidayatullah Malang, sementara kegiatan lanjutan berlangsung di Sidoarjo pada 15 Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari pendampingan sahabat hijrah melalui layanan penghapusan tato secara medis menggunakan teknologi laser.

Ketua BMH Kantor Unit Layanan Malang, Lukmanul Khakim, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan bagian dari pembinaan spiritual.
“Program ini kami lakukan secara konsisten menjelang Ramadhan. Ini bukan hanya soal menghapus tinta di kulit, tapi juga menguatkan niat dan langkah hijrah saudara-saudara kita,” ujar Lukmanul Khakim.
Ia menyebut, Malang menjadi titik awal roadshow tahun ini karena tingginya permintaan masyarakat. Hal ini dibuktikan dari jumlah pendaftar yang melebihi kuota yang ditentukan, yakni 50 orang.
“Mengawali tahun 2026, kami pilih Malang sebagai pembuka. Antusiasmenya luar biasa. Kuota terbatas, tapi pendaftar mencapai 57 orang,” jelasnya.
Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Malang Raya, tetapi juga dari luar daerah. Ada yang datang dari Lumajang bahkan wilayah lain.
"Ini menunjukkan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan. Banyak yang ingin berubah, hanya saja terkendala biaya,” tambahnya.
Lukmanul juga menekankan bahwa BMH ingin menjadi sahabat bagi mereka yang sedang berproses.
“Kami tidak menghakimi masa lalu siapa pun. Justru kami ingin mendampingi proses perubahan mereka. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memulai lembaran baru,” tegasnya.

Salah satu peserta, Agus Santoso mengaku bersyukur bisa mengikuti program tersebut. Ia menyebut kesempatan hapus tato gratis ini sangat berarti baginya menjelang Ramadhan.
“Saya memang sudah lama ingin menghapus tato. Begitu tahu ada program gratis ini, saya langsung daftar,” ujarnya.
Ia mengaku termotivasi untuk memperbaiki diri menjelang Ramadhan. Program ini menjadi jawaban atas keinginannya selama ini.
“Semoga ini jadi langkah awal saya untuk benar-benar berubah. Minimal saya lebih percaya diri saat beribadah dan berkumpul di lingkungan yang lebih baik,” kata Agung.
Sementara itu, dr. Herlis Rosana selaku Tim Medis BMH Pusat menjelaskan bahwa seluruh tindakan dilakukan sesuai prosedur medis.
“Sebelum tindakan, kami lakukan skrining kesehatan terlebih dahulu. Kami pastikan peserta tidak memiliki riwayat keloid dan tidak menderita penyakit menular,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses penghapusan tato tidak bisa instan. Penggunaan teknologi laser memungkinkan penghapusan dilakukan secara bertahap.
"Jumlah sesi tergantung ukuran, warna, dan kedalaman tato. Jadi peserta juga kami edukasi sejak awal agar memiliki ekspektasi yang realistis,” terangnya.
Selain tindakan medis, peserta juga diberikan edukasi perawatan lanjutan. Karena menurutnya, hal ini penting agar peserta juga memperhatikan proses penyembuhannya agar tidak terjadi infeksi.
“Kami tekankan pentingnya perawatan pasca tindakan agar tidak terjadi infeksi dan hasilnya maksimal. Jadi bukan hanya dihapus, tapi juga dijaga proses penyembuhannya,” pungkas dr. Herlis.
Melalui roadshow ini, BMH Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk berhijrah secara lahir dan batin, serta menyambut Ramadhan dengan semangat perubahan yang lebih kuat. (**)
Editor : JTV Malang



















