Menu
Pencarian

Jelang Lebaran, Permintaan Melejit, Penjualan Ayam Hidup di Madiun Tembus Dua Kali Lipat

JTV Madiun - Rabu, 18 Maret 2026 12:49
Jelang Lebaran, Permintaan Melejit, Penjualan Ayam Hidup di Madiun Tembus Dua Kali Lipat
Penjualan Ayam Hidup Tembus Dua Kali Lipat

KOTA MADIUN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, penjualan ayam hidup di sejumlah pasar di Kota Madiun mengalami lonjakan signifikan. Peningkatan ini bahkan mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan hari biasa, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas jual beli ayam hidup tampak ramai dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan permintaan terjadi secara merata di berbagai pasar, didorong kebutuhan konsumsi rumah tangga hingga usaha kuliner musiman.

Para pedagang mengaku kenaikan permintaan terjadi cukup drastis. Jika pada hari normal hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam per hari, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 40 hingga 50 ekor per hari.

Salah satu pedagang ayam, Isiyam, mengatakan peningkatan pembeli mulai terasa sejak sepekan terakhir.

Baca Juga :   Lonjakan Pembeli, Toko Camilan Kiloan di Madiun Kebanjiran Order

“Biasanya cuma jual sekitar 10 ekor, sekarang bisa sampai 40 sampai 50 ekor per hari. Pembeli terus berdatangan menjelang Lebaran,” ujar Isiyam.

Lonjakan permintaan ini juga berdampak pada pasokan yang dibawa pedagang ke pasar. Jika sebelumnya hanya membawa setengah muatan pikap, kini pedagang harus membawa satu pikap penuh ayam hidup untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Di sisi lain, tingginya permintaan juga dipicu kebutuhan masyarakat yang beragam. Sebagian pembeli membeli ayam hidup untuk diolah menjadi berbagai hidangan Lebaran, seperti ayam panggang atau olahan lainnya, bahkan untuk dijual kembali.

Baca Juga :   Manisnya Madu Mongso Wahyu Tumurun, Kudapan Tradisional yang Tetap Diburu

Salah satu pembeli, Sri Hartatik, mengaku membeli ayam dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan keluarga dan usaha.

“Beli lebih banyak untuk persiapan Lebaran, sebagian juga untuk dimasak dan dijual lagi,” kata Sri Hartatik.

Selain lonjakan permintaan, harga ayam per ekor juga mengalami kenaikan, dari kisaran Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per ekor. Banyak pembeli juga memanfaatkan jasa pemotongan ayam yang tersedia di lokasi pasar, sehingga lebih praktis saat dibawa pulang.

Baca Juga :   H-6 Lebaran 2026, Perjalanan Kereta Api di Daop 7 Madiun Mulai Dipadati Penumpang

Para pedagang memperkirakan tren peningkatan penjualan ini akan terus berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.