KEDIRI - Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, aktivitas jual beli di Pasar Pahing mulai menggeliat. Penjualan janur dan selongsong ketupat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Lapak-lapak pedagang ketupat tampak berjejer di area pasar. Mereka menjajakan anyaman daun kelapa yang siap digunakan untuk membuat ketupat, makanan khas yang identik dengan tradisi Lebaran Ketupat.
Salah satu pedagang, Rubini, mengaku sudah lima hari terakhir berjualan ketupat. Ia merasakan lonjakan permintaan seiring mendekatnya hari perayaan.
“Sekarang mulai ramai. Sehari bisa terjual 100 sampai 200 biji,” ujarnya.
Baca Juga : Berkah Lebaran Ketupat, Pengrajin di Ponorogo Panen Ribuan Pesanan
Rubini menjelaskan, ketupat matang dijual Rp4.000 per biji. Sementara selongsong ketupat dibanderol Rp10.000 per 10 biji, dan janur Rp8.000 per 10 biji.
Menurutnya, banyak pembeli memilih ketupat jadi dibanding harus menganyam sendiri. Faktor kepraktisan dan efisiensi waktu menjadi alasan utama.
“Lebih praktis beli jadi, tidak perlu repot menganyam,” kata Ulin, salah satu pembeli.
Baca Juga : Harga Ketupat Meroket, Warga Blitar Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Raup Untung Jutaan
Diketahui, tradisi ketupat pada Lebaran memiliki makna simbolis “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan serta saling memaafkan. Pada 2026 ini, Lebaran Ketupat jatuh pada Sabtu (28/3), bertepatan dengan 8 Syawal 1447 Hijriah. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri


















