PONOROGO - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ratusan peserta mengikuti pelatihan Juleha atau Juru Sembelih Halal di Masjid Kampus 2 Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Kamis pagi, 14 Mei 2026.
Sebanyak 280 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ponorogo, serta sejumlah peserta dari luar daerah, mengikuti kegiatan sosialisasi dan praktik penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar, mulai dari teknik penyembelihan, standar kebersihan, hingga ketentuan halal sesuai syariat Islam.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting untuk mencetak juru sembelih halal bersertifikat yang mampu menjamin kualitas dan kehalalan daging kurban bagi masyarakat.
“Pelatihan ini penting agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang halal, aman, dan proses penyembelihannya sesuai syariat Islam,” ujar Lisdyarita.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohammad Tohari, menyebut jumlah juru sembelih halal bersertifikat di Ponorogo saat ini masih terbatas dibanding kebutuhan di lapangan.
“Saat ini baru sekitar 500 juru sembelih halal bersertifikat di Ponorogo, sementara jumlah masjid dan mushola mencapai lebih dari 2.300 titik,” jelas Mohammad Tohari.
Menurutnya, keberadaan Juleha sangat penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai ketentuan agama, terutama saat momentum Idul Adha ketika kebutuhan penyembelihan meningkat tajam.
Tohari menambahkan, pelatihan Juleha di Ponorogo sendiri telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2014 dan akan terus digelar secara berkala guna memenuhi kebutuhan tenaga penyembelih halal di masyarakat.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan sertifikasi resmi sebagai juru sembelih halal sehingga kualitas penyembelihan hewan kurban dapat semakin terjamin.
Editor : JTV Madiun



















