JOMBANG - Menjelang Hari Raya Idul Adha, jasa asah pisau sembelih hewan kurban di Kabupaten Jombang kebanjiran pesanan. Tidak hanya dari juru sembelih profesional, warga juga ramai-ramai mengasah pisau dapur untuk persiapan pengolahan daging kurban.
Aktivitas itu terlihat di rumah Muhammad Azhar Nudin, penyedia jasa asah pisau di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Puluhan pisau berbagai ukuran tampak antre untuk diasah.
Sebagian besar pisau merupakan titipan dari juru sembelih hewan kurban yang bersiap menghadapi Idul Adha dalam waktu kurang dari sepekan. Untuk memenuhi tingginya permintaan, Azhar mempekerjakan beberapa tenaga pengasah tambahan.
Pisau-pisau tersebut diasah menggunakan alat modifikasi khusus, mulai mesin asah kasar hingga tahap penghalusan agar hasilnya tajam dan bersih. Setelah diasah, pisau bahkan mampu memotong lembaran kertas dengan mudah.
Ainur Rofiq, salah satu pengasah pisau, mengatakan peningkatan pesanan menjelang Idul Adha tahun ini mencapai 200 persen dibanding hari biasa.
“Dalam sebulan terakhir jumlahnya sudah ratusan pisau yang masuk untuk diasah,” ujarnya.
Untuk biaya jasa, pihaknya tidak mematok tarif khusus bagi masjid dan musala alias seikhlasnya. Namun untuk juru sembelih profesional, tarif berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung bahan dan kondisi pisau.
Selain menerima jasa asah, bengkel tersebut juga melayani pembuatan sarung pisau hingga pesanan pisau sembelih baru. Namun menjelang Hari Raya Kurban, permintaan jasa asah pisau jauh lebih mendominasi dibanding pembuatan pisau baru.
Meningkatnya permintaan jasa asah pisau ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin menjelang momentum Idul Adha.(Saiful Mualimin)
Editor : JTV Kediri

















