PACITAN - Memasuki hari ke-14 Ramadan dan menjelang arus mudik Lebaran 2026, kondisi Jalan Nasional III penghubung Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Trenggalek justru memprihatinkan. Di sepanjang ruas mulai Dusun Pakis, Desa Wonogondo, lubang menganga terlihat hampir di setiap titik hingga di Kecamatan Tulakan.
Kerusakan tidak hanya satu-dua lubang kecil. Aspal terkelupas, permukaan jalan bergelombang, dan bekas tambalan yang kembali pecah membuat jalur utama ini rawan kecelakaan. Ironisnya, jalan ini merupakan akses vital bagi kendaraan pemudik yang melintas dari arah Pacitan menuju Trenggalek maupun sebaliknya.
Saking banyak dan dalamnya lubang, warga terpaksa memasang tanda bahaya seadanya. Tumpukan ban bekas, kayu, hingga batu dan pohon pisang diletakkan di tengah jalan sebagai penanda agar pengendara tidak terperosok.
Sudarto, salah satu pengendara yang melintas, mengaku khawatir setiap kali melewati ruas tersebut. “Ini membahayakan pengendara, baik roda empat maupun roda dua. Kalau motor terperosok bisa jatuh. Kalau mobil memang bisa pelan, tapi yang di belakang bisa saja tidak siap lalu menabrak,” jelasnya.
Baca Juga : Tinjau Lahan Goa Gong yang Disengketakan, DPRD Pacitan Bakal Panggil Eksekutif
Menurutnya, kondisi ini sangat berisiko, apalagi saat malam hari atau ketika hujan turun dan lubang tertutup genangan air sehingga tidak terlihat. Keluhan serupa disampaikan Supri, warga setempat. Ia menilai kerusakan justru terjadi di titik-titik bekas tambalan.“Banyak yang rusak, malah yang bekas tambalan. Sebelumnya digali, terus ditambal, dan belum ada sebulan sudah berlubang lagi,” katanya.
Warga mempertanyakan kualitas perbaikan yang dinilai tidak bertahan lama. Tambal sulam yang dilakukan dinilai hanya solusi sementara tanpa perbaikan menyeluruh pada struktur jalan. Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat Jalan Nasional III merupakan jalur strategis penghubung antar kabupaten sekaligus jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Jika tidak segera ditangani secara permanen, kerusakan dikhawatirkan semakin parah seiring meningkatnya volume kendaraan menjelang puncak arus mudik. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar keselamatan pengguna jalan benar-benar terjamin. (Edwin Adji)
Baca Juga : Peringati Hari Bumi 2026, PLN NP UP Pacitan Tanam 400 Bibit Cemara dan Pandan Laut di Pantai Pancer Dorr
Editor : JTV Pacitan



















