BLITAR - Seorang perempuan berinisial SM (32), ibu dua anak asal Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh penuh lebam, Senin (3/2). Diduga kuat, korban menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri, pria berinisial P (35).
Peristiwa tragis ini mulai terungkap ketika P meminta bantuan Ketua RT setempat, Samani, untuk membawa istrinya yang tak berdaya ke Puskesmas Boro Selorejo. Saat tiba di lokasi, warga menemukan korban dalam kondisi telentang dan langsung dilarikan ke Puskesmas. Namun, petugas medis yang memeriksa menyatakan korban telah meninggal dunia.
Kecurigaan muncul melihat kondisi fisik korban yang dipenuhi memar di bagian kepala belakang, leher, tangan, dan kaki. Petugas puskesmas pun melaporkan temuan mencurigakan ini kepada kepala desa, yang kemudian diteruskan ke polisi.
Tim dari Unit PPA Satreskrim Polres Blitar langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Pelaku yang merupakan suami korban langsung diamankan untuk dimintai keterangan,” jelas Aiptu Muheni, Kasi Humas Polres Blitar.
Baca Juga : Ibu Dua Anak di Blitar Tewas Penuh Luka, Diduga Kuat Korban KDRT
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain selang sepanjang tiga meter, pakaian korban dan pelaku, serta kartu keluarga pasangan tersebut. Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, untuk pemeriksaan visum et repertum guna mengungkap penyebab kematian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar, pasangan ini kerap terdengar terlibat pertikaian. Suami korban juga dikenal sebagai pribadi yang temperamen. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami motif dan kronologi pasti di balik dugaan KDRT yang berakhir maut ini. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















