SURABAYA - Memasuki Dies Natalis ke-65, Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menyiapkan acara berkonsep yang melibatkan ribuan alumni dari dalam dan luar negeri. Mengusung tema “Onward to 65”, perayaan ini tak hanya menjadi ajang reuni lintas generasi, tetapi juga pameran bisnis dan pendidikan berskala besar.
Acara ini melibatkan ribuan alumni yang ada di dalam dan luar negeri pada perayaan yang dirancang menjadi ajang reuni, kolaborasi bisnis, dan pengembangan jejaring mahasiswa serta alumni.
Kepala Office of Institutional Advancement (OIA), Dr. Meilinda, mengatakan usia ke-65 menjadi momentum penting yang menandai kedewasaan institusi dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti konsistensi UK Petra dalam melahirkan lulusan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menjelaskan, semangat "Carry the Light" bukan sekadar slogan, melainkan panggilan bagi seluruh lulusan untuk berani melangkah keluar dari lingkungan kampus dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
"Kami ingin lulusan UK Petra berusaha keluar dari perguruan tinggi, lalu membawa cahaya ke seluruh dunia. Itu makna dari 'Carry the Light'," katanya.
Ketua Umum Onward to 65 Petra Christian University, Teddy Salim, mengatakan tiga rangkaian utama perayaan HUT ke-65 UK Petra tersebut akan melibatkan seluruh sivitas akademika hingga alumni. Untuk kegiatan "Petranesian Business and Education Fair" yang akan berlangsung selama empat hari di Galaxy Mall Surabaya pada September mendatang.
"Kegiatan Business Education Fair di Galaxy Mall akan dilaksanakan selama empat hari, itu betul-betul nanti all out. Seluruh sivitas akan hadir, mahasiswa juga hadir," ujarnya.
Dies Natalis kali ini menjadi momentum penguatan jejaring alumni PetraNation melalui business matching, business talk, dan pameran bisnis alumni dari berbagai sektor.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Petra bukan hanya kampus pemberi ijazah. Lulusan Petra juga mampu membangun ekosistem bisnis dan memberi dampak ekonomi,” kata Teddy.
Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, menilai perjalanan sebuah institusi pendidikan tidak dapat diukur dalam waktu singkat. Menurutnya, usia 65 tahun menjadi bukti konsistensi UK Petra dalam membangun pendidikan berkualitas. "Kalau bicara institusi pendidikan, proven atau tidaknya tidak bisa diukur dalam jangka pendek. Dan Petra sudah berjalan selama 65 tahun," ujarnya.
Selama 65 tahun, UK Petra telah menghasilkan sekitar 55 ribu alumni yang tersebar di 55 negara di lima benua. "Ada dua pilihan dalam hidup, berdampak atau dicampakkan. Kalau tidak berdampak, pasti akan dicampakkan. Begitu juga dengan UK Petra," ujarnya.
Selain itu UK Petra juga akan menggelar turnamen golf tahunan pada 15 Agustus mendatang di Taman Dayu Golf Club. Turnamen dengan konsep dua shotgun tersebut ditargetkan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah.
Termasuk pemecahan rekor MURI bermain golf 81 hole dalam satu hari di empat lapangan berbeda pada 28 Juli mendatang. Ketua I Onward to 65 Petra Christian University Christian Boby Widjaja mengatakan kegiatan itu akan berlangsung mulai pukul 05.00 pagi hingga sekitar pukul 22.00-23.00 malam dengan melibatkan 12 pegolf dari Petranesian.
"Kami ingin memberikan prestasi yang membanggakan bagi UK Petra melalui pemecahan rekor MURI ini," pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















