Menu
Pencarian

Hilang Lima Hari, Pemuda 21 Tahun di Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu

JTV Pacitan - Rabu, 11 Maret 2026 02:26
Hilang Lima Hari, Pemuda 21 Tahun di Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu
Petugas mengevakuasi jenazah dari tepi sungai Grindulu untuk di bawa ke RSUD dr. Darsono Pacitan. (Foto: Istimewa)

PACITAN - Warga Kabupaten Pacitan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi membusuk di tepi Sungai Grindulu, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Selasa (11/3/2026) sore.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi sungai. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk sehingga warga segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan kepolisian.

Petugas yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan identifikasi oleh tim Inafis Polres Pacitan bersama petugas rumah sakit, korban diketahui bernama Dinar Adjie Mukti Wibowo (21), warga Lingkungan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga.

Baca Juga :   Hilang Lima Hari, Pemuda 21 Tahun di Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu

Salah satu keluarga korban, Tri Saiti Herlina, mengatakan korban meninggalkan rumah pada Kamis pagi, 5 Maret 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Namun hingga beberapa hari kemudian, korban tak kunjung kembali.

“Dia keluar rumah pagi sekitar jam setengah enam. Kita hubungi tempat kerjanya tapi tidak ada, dan sampai dua hari tidak pulang. Akhirnya keluarga melapor ke polisi,” ujar Tri Saiti Herlina.

Pihak keluarga kemudian berusaha mencari keberadaan korban, namun tidak menemukan petunjuk hingga akhirnya kabar duka datang setelah korban ditemukan meninggal dunia di tepi Sungai Grindulu.

Baca Juga :   Sambut Mudik Lebaran, Pemprov Jatim Percepat Perbaikan Jalan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Choirul Maskanan mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis dan pihak rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan pihak keluarga mengaku bahwa pakaian itu identik dengan anaknya yang hilang, ” jelas AKP Choirul Maskanan.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Menurutnya, proses autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Baca Juga :   Lewat Command Center, Pemkab Pacitan Awasi Keramaian Ronthek Gugah Sahur

“Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan tidak menghendaki autopsi, maka jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya.

Setelah proses pemulasaran selesai, jenazah korban kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum di wilayah kelurahan setempat. Meski begitu, kepolisian menyatakan tetap akan mendalami informasi terkait kematian korban untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.