SURABAYA - Memasuki hari ketiga penyelenggaraannya pada Minggu (8/2/2026), Festival Kenduren Livin’ Land by Mandiri x JTV menawarkan pengalaman berbeda. Acara ini tidak hanya menjadi ruang temu bagi petani durian Jawa Timur dengan pasar yang lebih luas, tetapi juga menghadirkan seni tradisional sebagai bagian dari denyut acara.
Bertempat di Livin’ Land Mandiri, Jalan Pemuda No. 23, Surabaya, festival ini menyuguhkan beragam pertunjukan budaya. Sejumlah sanggar tari dari berbagai daerah di Jawa Timur tampil bergantian, memperlihatkan kekayaan tradisi yang sarat makna dan nilai kultural di hadapan para pengunjung.
Edukasi Budaya Lewat Panggung Tari
Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan dari Sanggar Putra Bima Respati. Sanggar ini membawakan tiga repertoar tari tradisional, yakni Dodok Sekar Alit, Angguk Jos, dan Tari Gandewo.
Pelatih Sanggar Putra Bima Respati, Wening Galih Wigati, menjelaskan bahwa penampilan tersebut merupakan hasil seleksi yang disesuaikan dengan karakter acara. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, yakni hanya dua hari latihan intensif, para penari mampu tampil memukau.
“Kami fokus pada pembagian posisi, penyamaan gerak, serta penguatan ekspresi agar pesan tari tetap tersampaikan dengan baik meski persiapannya padat,” ujar Wening saat ditemui di sela acara.
Mendekatkan Tradisi kepada Generasi Muda
Bagi Wening, keterlibatan sanggarnya dalam Festival Kenduren bukan sekadar urusan panggung. Ia memandang acara ini sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang mungkin jarang bersentuhan langsung dengan seni tari tradisional.
“Saya ingin mengenalkan tari tradisional kepada anak muda agar mereka tahu bahwa seni ini menarik dan tidak kuno. Harapannya, masyarakat bisa lebih mengenal dan akhirnya mencintai tari daerah,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik tersendiri yang menyenangkan untuk ditelusuri. Wening mengajak anak muda agar tidak malu melestarikan serta mengembangkan identitas budaya daerahnya.
Simbol Kebersamaan dan Ekonomi Kreatif
Antusiasme pengunjung terlihat jelas sepanjang pertunjukan. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut melalui gawai mereka. Hal ini membuktikan bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat jika disajikan dalam konteks yang relevan dan dikemas secara menarik.
Festival Kenduren Livin’ Land by Mandiri x JTV memang dirancang sebagai ruang pertemuan antara budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi publik. Selain program unggulan “Seket Ewu Mangan Duren Sak Mblengere”, kolaborasi ini melibatkan pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga institusi perbankan.
Konsep “kenduren” sendiri dipilih sebagai simbol kebersamaan; tradisi berkumpul yang lekat dengan akar budaya masyarakat Jawa. Penyelenggaraan ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu berdialog dengan zaman, sekaligus menjadi pengingat akan identitas bangsa yang harus terus diwariskan. (Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















