Menu
Pencarian

Meninggal di Usia 93 Tahun, Ini Kisah Toshifumi Suzuki Pelopor 7-Eleven Jepang

Portaljtv.com - Selasa, 26 Mei 2026 10:53
Meninggal di Usia 93 Tahun, Ini Kisah Toshifumi Suzuki Pelopor 7-Eleven Jepang
Toshifumi Suzuki, pendiri jaringan ritel 7-Eleven Jepang, meninggal dunia di usia 93 tahun (Foto: KYMA).

Dunia ritel Jepang berduka. Toshifumi Suzuki, sosok yang dikenal sebagai pelopor industri convenience store modern di Jepang sekaligus tokoh di balik kesuksesan 7-Eleven Jepang, meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Seven & i Holdings, perusahaan induk 7-Eleven Jepang. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut Suzuki meninggal dunia akibat gagal jantung pada 18 Mei 2026.

Suzuki lahir di Nagano, Jepang, pada 1932. Sebelum dikenal sebagai tokoh besar industri ritel, ia sempat bekerja di perusahaan grosir buku sebelum bergabung dengan perusahaan ritel Ito-Yokado.

Di tengah banyaknya keraguan terhadap konsep convenience store pada awal 1970-an, Suzuki justru melihat peluang besar. Pada 1973, ia menjalin kerja sama dengan Southland Corporation, operator 7-Eleven asal Amerika Serikat, untuk membawa jaringan 7-Eleven ke Jepang.

Setahun kemudian, toko 7-Eleven pertama resmi dibuka di Tokyo pada 1974. Kehadiran convenience store tersebut kemudian mengubah pola belanja masyarakat Jepang dan menjadi awal berkembangnya budaya “konbini” yang kini identik dengan kehidupan sehari-hari di Jepang.

Mengutip laporan Reuters, Suzuki dikenal sebagai sosok yang memelopori penggunaan data penjualan untuk mengatur inventaris toko secara lebih efisien. Ia juga mengembangkan model bisnis yang berfokus pada makanan siap saji, distribusi cepat, serta layanan praktis selama 24 jam.

Strategi tersebut membuat 7-Eleven Jepang berkembang pesat dan menjadi salah satu convenience store paling inovatif di dunia.

Tak hanya sukses mengembangkan bisnis di Jepang, Suzuki juga memainkan peran penting dalam penyelamatan Southland Corporation pada awal 1990-an. Saat itu, perusahaan induk 7-Eleven di Amerika Serikat mengalami krisis utang besar hingga bangkrut.

Melalui restrukturisasi besar-besaran, Suzuki membantu menyelamatkan perusahaan tersebut dan memperkuat posisi 7-Eleven secara global.

Pada 2005, ia mendirikan Seven & i Holdings yang kemudian berkembang menjadi salah satu konglomerat ritel terbesar di Jepang dan dunia.

Di bawah kepemimpinannya, convenience store di Jepang berkembang bukan hanya sebagai tempat belanja, tetapi juga pusat layanan masyarakat, mulai dari pembayaran tagihan, pengiriman paket, ATM, hingga pembelian tiket.

Warisan Toshifumi Suzuki kini dikenang sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam membentuk industri retail modern Jepang. (Amanda Dela)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.