Menu
Pencarian

Teater Institut Unesa Sajikan Ave Saturnus, Kritik Pola Pemilihan Kepala Daerah dan Presiden

Portaljtv.com - Senin, 1 Juni 2026 20:00
Teater Institut Unesa Sajikan Ave Saturnus, Kritik Pola Pemilihan Kepala Daerah dan Presiden
Salah satu akting mahasiswa dalam pentas teater berjudul Ave Saturnus di Graha Sawunggaling Surabaya, Sabtu (30/5/2026) malam. (Foto: Ferry Maulina)

SURABAYA - Teater Institut menggelar pentas berjudul pentas Etalase Budaya #11 berjudul Ave Saturnus di Gedung Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (30/5/2026) malam.

Pentas dibuka dengan adegan perempuan berpakaian serba putih seolah sosok malaikat. Ia menyampaikan sebait dua bait prolog cerita.

Adegan kemudian diikuti datangnya serombongan orang sambil memikul semacam keranda. Rupanya karena seorang pemimpin telah tiada, para warga pun memutuskan akan melakukan pemilihan calon pemimpin yang baru.

Dalam adegan berikutnya, proses pemilihan pun berlangsung. Warga begitu saja memilih pemimpin mereka yang baru tanpa benar-benar mengenal siapa pemimpin baru tersebut. Pola sikap yang semena-mena dari pemimpin baru ini akhirnya membawa bencana di tengah masyarakat.

Saturnus, nama si pemimpin, menjadi contoh pemimpin yang tidak membawa rakyatnya pada kemakmuran. Sebaliknya, satu per satu warga harus menjadi korban karena sikap lalim Saturnus. 

Adegan ditutup tragis saat sang tokoh antagonis Saturnus selaku pemimpin justru mengorbankan rakyatnya sendiri menjadi tumbal hanya karena mendengar bisikan dari orang asing. 

Afandi Andriansyah selaku sutradara pentas teater berjudul Ave Saturnus ini memaparkan, proses pemilihan seorang pemimpin memang menjadi faktor penentu baik atau buruknya pemimpin yang akan didapatkan. 

"Terkadang orang tidak tahu bagaimana seseorang bisa dipilih, tidak melihat background, karena terlalu tergesa gesa, atau terlalu tidak peduli bagaimana sosok calon tersebut, yang penting mereka merasa aman dulu," tuturnya, usai pentas teater Etalase Budaya #11 ini.  

Pria yang sering dipanggil Fandi ini melihat pola pemilihan pemimpin demikian terjadi di Indonesia. 

"Harapan saya, melalui pentas ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk bisa lebih peka akan permasalahan sosial politik masa kini. Kita harusnya memiliki kesadaran sosial politik," tegasnya. 

Dengan proses selama 3 bulan, Fandi menggarap 25 aktor hingga melahirkan sebuah pertunjukan teater yang membuat emosi penonton terseret pada tragedi demi tragedi yang disajikan. 

"Yah semoga para kaum muda masa kini akan semakin mencintai teater, karena sebuah pertunjukan teater adalah bentuk representative dari masyarakat kita sendiri," tutur mahasiswa Unesa Angkatan 2024 ini. 

Sementara Bagus Aji Sadewo, aktor yang berperan sebagai Saturnus, juga mengungkapkan hal senada. 

"Pemilihan yang buruk akan menghasilkan pemimpin yang buruk, pemimpin yang buruk bisa menghancurkan semuanya," tuturnya. 

Bagi Bagus Aji, demokrasi yang dianut oleh negara ini bukanlah sistem yang terbaik, malah menjadi sistem pemilihan yang buruk, karena dalam sistem ini, mereka yang memiliki suara berseberangan tidak bisa mengajukan pendapat apapun. Masyarakat hanya memilih kelompok yang memenangkan suara terbanyak.  

Bagus Aji berharap agar masyarakat melakukan riset lebih dalam lagi agar dapat memilih pemimpin yang baik. 

Meski baru pertama kali memasuki panggung teater, Bagus Aji tampak berhasil membawa karakter Saturnus secara utuh dalam pertunjukan berdurasi satu jam. Namun dirinya mengakui, membawa peran antagonis sangatlah tidak mudah. 

"Yang terberat adalah olah rasa, karena dalam olah rasa ini, perasaan kita seolah dimainkan, sehingga rasanya capek banget. Saya sampai menolak diri saya sendiri. Jadi saya harus benar-benar bisa membedakan, mana diri saya dan mana Saturnus," pungkas mahasiswa Prodi Musik Fakultas Bahasa dan Seni Angkatan 2025 ini.

Lebih lanjut Fandi mengapresiasi kehadiran penonton yang memenuhi gedung pertunjukan Sawunggalling. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih sangat diminati oleh masyarakat, utamanya kalangan muda. (Ferry Maulina)

Editor : Ferry Maulina






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.