Empat bayi Harimau Sumatera yang berstatus sangat terancam punah lahir di Howletts Wild Animal Park. Kelahiran ini menjadi pencapaian penting dalam upaya konservasi dan program pembiakan Harimau Sumatera yang populasinya terus menurun di alam liar.
Keempat anak harimau tersebut lahir pada 9 April 2026 dari induk betina bernama Tipah yang berusia tujuh tahun dan pejantan bernama Nakal yang berusia 12 tahun. Seluruh anak harimau kini berada dalam pemantauan intensif tim konservasi setempat.
Pihak taman konservasi menyebut keempat bayi harimau lahir dalam kondisi sehat dan untuk sementara ditempatkan di area khusus bersama induknya guna meminimalkan stres serta memastikan proses perawatan berjalan optimal.
Harimau Sumatera merupakan subspesies harimau terakhir yang masih bertahan di Indonesia setelah Harimau Jawa dan Harimau Bali dinyatakan punah. Satwa endemik Pulau Sumatra tersebut berstatus Critically Endangered atau kritis menurut International Union for Conservation of Nature.
Populasi Harimau Sumatera di alam liar diperkirakan tersisa kurang dari 600 ekor. Perburuan liar, hilangnya habitat hutan, perdagangan ilegal satwa, serta konflik antara manusia dan harimau menjadi ancaman utama terhadap kelangsungan hidup spesies tersebut.
Howletts Wild Animal Park sendiri dikenal sebagai salah satu pusat konservasi satwa langka terbesar di Eropa. Taman konservasi yang dikelola The Aspinall Foundation itu aktif menjalankan berbagai program breeding dan pelestarian satwa yang terancam punah.
Kelahiran empat anak harimau ini merupakan bagian dari program konservasi ex situ melalui European Endangered Species Programme (EEP), yang bertujuan menjaga keberagaman genetik sekaligus meningkatkan populasi cadangan Harimau Sumatera di luar habitat aslinya.
Pihak konservasi menilai keberhasilan kelahiran empat anak harimau sekaligus menjadi pencapaian besar karena proses reproduksi Harimau Sumatera dalam program konservasi tergolong tidak mudah. Spesies ini dikenal sensitif dan membutuhkan penanganan khusus dalam proses perkembangbiakan.
Selain menjadi kabar baik bagi dunia konservasi internasional, kelahiran ini juga membawa harapan baru bagi upaya pelestarian salah satu satwa paling langka yang dimiliki Indonesia. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe

















