JAKARTA - Fase puncak ibadah haji atau Armuzna yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga pelaksanaan lontar jumrah pada hari-hari tasyrik telah berakhir. Mulai Senin (1/6/2026), jemaah haji Indonesia gelombang pertama secara bertahap memasuki fase kepulangan ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, mengatakan seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun 1447 Hijriah berjalan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Bahkan, hingga 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan bersih dari jemaah haji Indonesia.
"Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah telah selesai dilaksanakan dengan aman, tertib, dan terkendali. Seluruh jemaah yang mengambil nafar awal maupun nafar sani telah kembali ke hotel masing-masing untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji di Makkah," kata Hasan dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelesaian fase Mina menjadi salah satu indikator penting kelancaran operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada fase puncak tahun ini. Capaian tersebut didukung kerja sama antara jemaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam mengatur mobilisasi jutaan jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengapresiasi kedisiplinan jemaah Indonesia selama menjalani fase Armuzna. Selain itu, petugas haji dinilai berhasil memberikan layanan pendampingan, perlindungan, dan pengawasan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Terkait pelaksanaan dam, hingga 31 Mei 2026 tercatat sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menunaikan kewajibannya. Sebanyak 135.367 jemaah melaksanakan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah melalui puasa. Sementara itu, terdapat 4.084 jemaah yang menjalankan haji ifrad.
Meski fase Armuzna telah berakhir, pemerintah mengimbau jemaah tetap menjaga kesehatan selama berada di Makkah. Cuaca panas masih menjadi tantangan sehingga jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
Menjelang kepulangan, jemaah juga diminta mulai mempersiapkan barang bawaan dan mematuhi ketentuan penerbangan. Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan agar air zamzam tidak dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin karena akan didistribusikan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
“Kami mengingatkan secara khusus kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan didistribusikan kepada jemaah melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga tidak perlu dibawa secara mandiri dalam barang bawaan. Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” ujar Hasan
Dengan berakhirnya fase Armuzna, operasional penyelenggaraan haji Indonesia kini memasuki tahap pemulangan jemaah secara bertahap hingga seluruh peserta ibadah haji kembali ke Tanah Air.(*)
Editor : A. Ramadhan



















