Menu
Pencarian


Ibu Buruh Pabrik Rokok di Probolinggo Peluk Dua Anak Saat Begal Ayunkan Celurit

Farid Fahlevi - Selasa, 21 Juli 2026 16:15
Ibu Buruh Pabrik Rokok di Probolinggo Peluk Dua Anak Saat Begal Ayunkan Celurit
Korban begal Maryani saat ditemui di rumahnya (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Aksi heroik seorang ibu demi menyelamatkan anak-anaknya terjadi saat menjadi korban pembegalan di Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/7/2026) dini hari.

Maryani (42), buruh pabrik rokok asal Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, rela kehilangan sepeda motornya setelah memeluk kedua anaknya agar tidak menjadi sasaran sabetan celurit pelaku.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Los Malang, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar. Saat itu Maryani berangkat bekerja ke PT Sampoerna Kraksaan dengan diantar putrinya, Aliani (18), dan anak laki-lakinya yang masih berusia 10 tahun menggunakan sepeda motor Honda Beat merah hitam bernopol N-6320-NI.

Di jalan yang sepi, mereka tiba-tiba dipepet dua pria berboncengan sepeda motor. Salah seorang pelaku turun sambil mengacungkan celurit dan memaksa korban menyerahkan sepeda motor.

Kedua anak Maryani sempat berusaha mempertahankan kendaraan dengan menarik-narik motor dari tangan pelaku. Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku mulai mengayunkan celurit ke arah mereka.

Maryani yang panik langsung memeluk kedua anaknya dan meminta mereka melepaskan sepeda motor demi menyelamatkan nyawa.

"Anak saya sempat tarik-tarikan motor dengan pelaku. Waktu pelaku mau mengayunkan celurit, istri saya langsung memeluk kedua anak saya supaya tidak dibacok. Akhirnya istri saya bilang, 'Sudah, lepas saja motornya, diikhlaskan, yang penting kalian selamat'," ujar Muhammad Ismail, suami korban.

Ismail mengatakan, istrinya sama sekali tidak menyangka perjalanan rutin menuju tempat kerja berubah menjadi pengalaman yang mengerikan.

"Mereka berangkat kerja seperti biasa. Tidak ada firasat apa-apa. Setelah kejadian, istri dan kedua anak saya menangis histeris karena ketakutan. Sampai sekarang masih trauma," katanya.

Menurut Ismail, kehilangan sepeda motor memang berat bagi keluarganya, tetapi keselamatan istri dan kedua anaknya jauh lebih penting.

"Motor bisa dicari lagi, tapi nyawa anak dan istri saya tidak bisa diganti. Kami hanya berharap pelakunya segera ditangkap supaya tidak ada korban lain," tuturnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwanto, membenarkan adanya laporan dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut.

"Berdasarkan laporan yang kami terima dan hasil pengecekan awal anggota Polsek Banyuanyar, benar telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap satu unit sepeda motor di Jalan Raya Los Malang, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar," ujar Ipda Widy.

Ia menjelaskan, korban saat itu sedang menuju tempat kerja ketika dipepet dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.

"Salah satu pelaku turun dari kendaraan kemudian mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis celurit dan mengambil sepeda motor milik korban. Karena merasa terancam, korban bersama anak-anaknya menjauh dari lokasi, sementara pelaku melarikan diri membawa kendaraan korban," jelasnya.

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

"Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas pada jam-jam rawan, serta segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kasus ini," tambah Ipda Widy.

Akibat kejadian tersebut, Maryani mengalami kerugian materiil berupa satu unit sepeda motor senilai sekitar Rp10 juta. Hingga kini polisi masih memburu dua pelaku yang melarikan diri usai membawa kabur kendaraan korban.

Kasus ini kembali menambah daftar aksi pembegalan yang meresahkan warga di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo, sehingga masyarakat berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan meningkatkan patroli di jalur-jalur yang rawan kejahatan.

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.