BLITAR - Momentum Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi sebagian warga Blitar. Salah satunya dari usaha musiman produksi ketupat yang mampu menghasilkan jutaan rupiah hanya dalam hitungan hari.
Suyono, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, menjadi salah satu yang merasakan lonjakan rezeki tersebut. Ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan utamanya demi fokus memproduksi ketupat selama musim Lebaran.
Lonjakan permintaan membuat harga ketupat matang ikut terkerek. Tahun ini, harga per biji mencapai Rp8.000, naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp4.500 hingga Rp5.000.
Dari usaha tersebut, Suyono mengaku telah meraup pendapatan hingga Rp9 juta menjelang puncak Lebaran Ketupat.
“Alhamdulillah hasilnya cukup besar, apalagi permintaan terus meningkat,” ujarnya.
Fenomena ini juga didorong oleh tingginya minat masyarakat membeli ketupat siap saji. Selain praktis, pembeli tak perlu repot menganyam dan memasak sendiri.
Zainul, salah satu pelanggan, mengaku rutin membeli ketupat untuk kebutuhan kenduri setiap tahun.
“Lebih mudah beli jadi, tidak mengganggu aktivitas lain,” katanya.
Dalam proses produksinya, Suyono dibantu lima karyawan. Mereka mampu menghasilkan hingga 10 ribu biji ketupat, mulai dari proses pengisian, memasak, hingga distribusi ke pasar tradisional.
Ketupat dimasak menggunakan tungku besar berbahan bakar kayu selama sekitar empat jam. Usaha ini sendiri sudah dijalankan secara turun-temurun dari keluarga.
Menariknya, setiap musim Lebaran Ketupat, Suyono selalu meninggalkan pekerjaan hariannya sebagai pedagang ikan asap demi fokus pada usaha yang hanya muncul setahun sekali ini. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri


















