Menu
Pencarian


Harga Daging Sapi di Sidoarjo Meroket Tembus Rp 130 Ribu/Kg, Pedagang Menjerit Omset Anjlok 50 Persen

Bagoes Ri - Selasa, 4 Agustus 2026 16:31
Harga Daging Sapi di Sidoarjo Meroket Tembus Rp 130 Ribu/Kg, Pedagang Menjerit Omset Anjlok 50 Persen
Daging sapi di pasar tradisional Sidoarjo yang harganya kini melonjak hingga Rp130 ribu/kg. (Foto: istimewa)

SIDOARJO - Kabar tak sedap menghampiri para pecinta kuliner berbahan daging sapi di Sidoarjo. Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp130 ribu per kilogram, jauh dari harga normal yang biasa dikantongi warga. Kenaikan yang berlangsung sejak sebulan terakhir ini pun membuat para pedagang mengeluh lantaran omset penjualan mereka anjlok hingga separuhnya.

Lantas, apa yang menyebabkan harga daging sapi melambung begitu tinggi? Berdasarkan penuturan para pedagang, kenaikan ini diduga kuat dipicu oleh menurunnya pasokan sapi ke rumah pemotongan hewan (RPH). Ketika jumlah sapi yang tersedia untuk dipotong berkurang, sementara permintaan pasar tetap tinggi, hukum ekonomi sederhana pun berlaku: harga otomatis terkerek naik akibat persaingan mendapatkan stok yang semakin terbatas.

Di Pasar Induk Larangan dan Pasar Krian, Sidoarjo, misalnya, harga daging sapi super yang sebelumnya berkisar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram kini menembus Rp130 ribu per kilogram. Sementara itu, daging tetelan rawon dijual dengan harga Rp120 ribu per kilogram.

Pedagang daging sapi, Sari, mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan sapi menjadi keluhan utama yang ia dengar dari para pemasok.

Baca Juga :   Harga Daging Ayam di Pasar Besar Malang Anjlok, Pedagang Justru Pusing karena Sepi Pembeli

"Hampir satu bulan ini, alasannya katanya sapinya sekarang jarang, pasar-pasar sapi itu sedikit," ujarnya.

Senada, pedagang lain, Kusmiati, mengaku kenaikan harga beli dari pemasok membuat pendapatannya tergerus signifikan.

"Katanya sapinya agak mahal, pendapatan menurun banyak," keluhnya.

Baca Juga :   Bulan Ramadhan Harga Daging Sapi Masih Stabil

Dampak dari kondisi ini pun cukup dirasakan para pedagang. Sulitnya menjual daging sapi dengan harga tinggi membuat minat beli masyarakat menurun drastis, sehingga omset penjualan mereka tergerus hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Tak hanya daging sapi, gejolak harga pangan juga merambat ke komoditas lain. Harga ayam potong di pasaran turut mengalami kenaikan, dari yang semula berkisar Rp30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, khususnya menjelang momen-momen tertentu yang biasanya diiringi lonjakan permintaan daging. Pedagang berharap pasokan sapi segera stabil agar harga dapat kembali normal dan roda perekonomian pasar tradisional tetap berputar.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.