KOTA MADIUN - Puluhan warga menyerbu pasar murah yang digelar di Lapangan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama pada komoditas cabai yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Saat ini harga cabai di pasaran masih tergolong tinggi, yakni berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat warga memanfaatkan pasar murah untuk mendapatkan cabai dengan harga lebih terjangkau.
Dalam kegiatan Pasar Murah ke-58 tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Beberapa komoditas yang dijual di antaranya beras premium seharga Rp14 ribu per kilogram, beras medium Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp22 ribu per pack, serta tepung terigu Rp10 ribu per kilogram.
Selain itu tersedia pula gula pasir Rp14 ribu per kilogram, bawang putih Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, paket cabai Rp5 ribu per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30 ribu per pack.
Baca Juga : Balik Gratis Diserbu Peminat, 600 Warga Berangkat ke Jakarta dari Terminal Purboyo
Harga yang lebih murah membuat sejumlah komoditas cepat habis dibeli warga. Bahkan, saat penjualan cabai dibuka, warga tampak saling berebut hingga terjadi dorong-dorongan di area penjualan.
Salah seorang warga, Ernawati, mengaku senang dengan adanya pasar murah karena dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Harga di pasar masih mahal, terutama cabai. Dengan adanya pasar murah ini kami bisa membeli lebih murah,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Permintaan Melejit, Penjualan Ayam Hidup di Madiun Tembus Dua Kali Lipat
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, mengatakan pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
“Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memantau distribusi serta pasokan logistik, khususnya pada komoditas yang kerap memicu inflasi seperti cabai rawit, ayam ras, dan telur ayam ras menjelang Hari Raya Idulfitri.
Editor : JTV Madiun



















