KOTA MALANG - Kota Malang, Portal Jtv – Suasana haru dan hangat menyelimuti Lapas Kelas I Malang, Senin (16/03) sore. Bukan sekadar kunjungan biasa, momen berbuka puasa kali ini menjadi jembatan perindu yang menghubungkan para warga binaan dengan sanak keluarga di luar jeruji besi.
Sejak pukul 15.00 WIB, area pendaftaran sudah dipenuhi puluhan pasang mata yang tak sabar menanti. Mereka datang bukan hanya dengan membawa rantang berisi takjil, tetapi juga setumpuk rindu yang ingin diobati. Para pengunjung dengan tertib menjalani pemeriksaan menu berbuka dan verifikasi data oleh petugas, demi satu tujuan mulia: bisa duduk bersama anggota keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan.

Ketika azan Magrib berkumandang sekitar pukul 17.00 WIB, lebih dari 350 orang—terdiri dari warga binaan dan keluarganya—tercatat telah menikmati hidangan buka puasa bersama di dalam lapas. Tawa kecil, gumaman doa, dan semburat haru terpancar dari wajah-wajah yang sudah lama tak bertemu.
Baca Juga : KPK Periksa 15 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim di Polres Probolinggo Kota
"Bisa ketemu anak dan istri sambil buka puasa rasanya campur aduk. Ini jadi obat rindu sekaligus penguat hati selama menjalani pembinaan," ujar salah satu warga binaan dengan mata berkaca-kaca.
Suasana hangat itu pun mendapat perhatian langsung dari Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji. Berkeliling memantau jalannya kegiatan, ia tak ragu menyapa dan berdialog dengan para pengunjung. Menurutnya, momen kebersamaan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata pendekatan humanis dalam sistem pembinaan.
Baca Juga : Perum Jasa Tirta 1 Pastikan Kualitas Air di WTP Bango Siap Hadapi Libur Keagamaan
"Kami bersyukur kegiatan berjalan lancar. Ini adalah ruang kebersamaan yang sangat berarti bagi warga binaan dan keluarganya. Semoga kehangatan ini menjadi suntikan semangat bagi mereka untuk terus berubah menjadi lebih baik," ujar Teguh penuh harap.
Hal serupa disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Eksa Rahnuzulian. Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. "Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan kondusif. Semoga momen indah ini bisa jadi motivasi warga binaan untuk lebih giat menjalani pembinaan," tuturnya.
Di tengah keterbatasan, Ramadan tahun ini kembali membuktikan bahwa cinta dan kebersamaan tak pernah terhalang oleh dinding penjara. Bagi warga binaan Lapas Malang, buka puasa bersama keluarga adalah oase di tengah penantian panjang akan kebebasan.(Ali)
Baca Juga : Mudik Gratis Perum Jasa Tirta I Resmi Dilepas, Tambah Rute Ponorogo dan Dua Armada Baru
Editor : JTV Malang



















