Menu
Pencarian


Geng Motor Diduga Oknum Suporter Bola Serang Warkop Lokasi Nobar di Sidoarjo, Petasan dan Batu Melayang

Bagoes Ri - Rabu, 5 Agustus 2026 12:58
Geng Motor Diduga Oknum Suporter Bola Serang Warkop Lokasi Nobar di Sidoarjo, Petasan dan Batu Melayang
Sebuah warung kopi yang tengah menggelar nobar diserang menggunakan petasan dan batu usai laga tensi tinggi Persebaya Surabaya melawan Arema FC.Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di Warkop Sendok Gula, Desa Pagerwojo Selasa malam

SIDOARJO - Aksi meresahkan sekelompok geng motor yang diduga oknum suporter sepak bola terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Sebuah warung kopi (warkop) yang tengah menggelar nonton bareng (nobar) diserang menggunakan petasan dan batu usai laga tensi tinggi Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di Warkop Sendok Gula, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (4/8/2026) malam sekitar pukul 22.15 WIB.

Penjaga warkop, Gede, menceritakan suasana awal di sekitar tempat kerjanya yang berlokasi dekat perlintasan rel kereta api Pagerwojo sebenarnya cukup kondusif. Namun, suasana hangat pengunjung yang sedang nobar mendadak berubah mencekam saat rombongan pemotor melintas.

"Nggak lama ada rombongan lewat depan warung sambil bleyer-bleyer (menggeber knalpot) motor," ujar Gede.

Mendengar suara bising tersebut, warga dan pengunjung warkop keluar untuk melihat situasi. Tak disangka, rombongan yang diperkirakan mengendarai lebih dari enam sepeda motor, bahkan ada yang berboncengan tiga langsung melakukan tindakan provokatif.

"Tiba-tiba ngidupin petasan diarahkan ke sini (warkop). Sempat ada tiga orang maju, jalan lari ke sini, terus balik lagi ke sana (rel) sambil ngidupin petasan," lanjutnya.

Aksi pelemparan batu semakin membabi buta ketika rombongan penyerang tersebut justru terjebak di perlintasan rel kereta api. Karena palang pintu ditutup lantaran ada kereta api yang hendak melintas, para pelaku yang panik justru meluapkan emosinya dengan menghujani warkop menggunakan batu-batu kerikil rel.

"Posisi kereta mau lewat, rel kan ditutup. Nah, mereka kayak panik lari, cuma enggak lari jauh-jauh, tetap di situ sambil lempar-lempar batu dari sana," jelas Gede.

Gede dan para pengunjung warkop tak berani mengejar karena intensitas lemparan batu sangat masif dan membahayakan keselamatan.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, para pelaku sengaja menyembunyikan identitas mereka saat melancarkan aksi vandalisme tersebut.

Setelah kereta api selesai melintas dan palang pintu dibuka, rombongan geng motor tersebut langsung kabur tancap gas ke arah timur menuju kawasan Pucang dan Alun-Alun Sidoarjo.

Mendapat aduan masyarakat via Call Center 110 terkait adanya keributan antar-suporter di daerah Pagerwojo, jajaran Polsek Buduran Polresta Sidoarjo langsung menerjunkan personil ke lokasi kejadian.

Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono, S.H., M.H., membenarkan adanya insiden penyerangan di warkop lokasi nobar tersebut. Petugas yang dipimpin Badal Aiptu Kasmiadi bersama Unit Patroli 14.01 Buduran langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar, ada kejadian penyerangan terhadap penonton nobar di Warkop Sendok Gula oleh sekelompok orang tidak dikenal dengan mengarahkan kembang api dan petasan, sehingga memicu keributan," kata Kompol Sugeng saat dikonfirmasi.

Sugeng memastikan, berkat penanganan cepat dari petugas gabungan Patroli Polsek Buduran, Patroli Kota, dan Piket Pamapta Polresta Sidoarjo, situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

"Anggota langsung mendatangi TKP, memberikan imbauan kepada para pengunjung warkop agar tidak terpancing emosi, serta membubarkan kerumunan secara kondusif. Atas kejadian tersebut korban luka-luka nihil," tegas Sugeng.

Saat ini, petugas kepolisian telah melakukan penyisiran dan menyiagakan personel di sekitar lokasi hingga situasi dipastikan benar-benar aman dan kondusif.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.