TULUNGAGUNG - Banjir rob menerjang kawasan Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Air laut pasang yang disertai gelombang tinggi naik hingga sekitar 25 meter ke daratan dan menggenangi jalan kampung serta sejumlah warung di tepi pantai.
Peristiwa tersebut terjadi sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Meski genangan tidak berlangsung lama dan air segera surut, gelombang pasang menyebabkan sejumlah bangunan warung mengalami kerusakan.
Air laut yang masuk ke kawasan warung membuat beberapa tiang bangunan miring akibat diterjang arus. Setelah air surut, pasir laut tertinggal dan mengotori sejumlah warung sehingga aktivitas warga dan perekonomian di kawasan pantai ikut terganggu.
Ketua RW 08 Dusun Sidem, Nursalim, mengatakan banjir rob merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap pertengahan tahun. Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama dua hingga tiga hari ketika gelombang laut cukup tinggi.
Baca Juga : Jasad Wanita Tanpa Identitas Terdampar di Pantai Cemoro Sewu Tulungagung
"Ini memang siklus tahunan. Biasanya gelombang tinggi berlangsung dua sampai tiga hari," ujar Nursalim.
Pada Selasa pagi, ketinggian gelombang di kawasan Pantai Sidem diperkirakan mencapai sekitar empat meter. Warga pun memilih meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar garis pantai.
Selain merusak sejumlah warung, gelombang tinggi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga. Warung-warung belum dapat kembali beroperasi karena harus dibersihkan dari pasir yang terbawa air laut.
Baca Juga : Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sine, Tulungagung
Gelombang pasang juga dilaporkan menghanyutkan beberapa bagan milik nelayan setempat. Warga berharap kondisi gelombang segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dapat berjalan seperti biasa. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















