SITUBONDO - Ratusan siswa sekolah dasar memadati Alun-Alun Situbondo untuk mengikuti Festival Permainan Tradisional. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke-208 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, membuka langsung festival yang dikemas penuh kegembiraan dan kebersamaan. Beragam permainan tradisional dihadirkan, mulai dari kasti, layangan, tarik tambang, gobak sodor, bakiak, congklak, hingga lompat karet.
Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar bekerja sama, menjaga sportivitas, dan berinteraksi secara langsung. Momen bermain bersama ini menjadi alternatif aktivitas anak di tengah maraknya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, juga turut mencoba sejumlah permainan tradisional, mulai dari congklak hingga lompat tali. Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai edukasi dan sosial yang penting bagi perkembangan anak.
Permainan tradisional mendorong anak untuk berinteraksi secara langsung, membangun kekompakan, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Pemerintah daerah berharap permainan tradisional tidak hanya hadir saat festival.
Permainan rakyat ini diharapkan kembali menjadi bagian dari aktivitas anak sehari-hari, baik di lingkungan rumah, alun-alun, maupun ruang publik. Dengan demikian, interaksi anak tidak lagi didominasi layar ponsel, tetapi kembali diwarnai kegembiraan dan kebersamaan di dunia nyata.
Suasana festival juga menarik perhatian Kana Kawabata, mahasiswi Osaka University, yang hadir bersama teman-temannya. Ia menilai sejumlah permainan tradisional di Situbondo memiliki kemiripan dengan permainan tradisional di Jepang.
Dari Alun-Alun Situbondo, permainan tradisional kembali menghidupkan keceriaan anak-anak sekaligus menjadi pilihan aktivitas di luar layar gawai.
Editor : JTV Jember



















