SURABAYA - Festival Kenduren JTV kembali digelar pada 6–8 Februari 2026 di Livin’ Land Mandiri, Jalan Pemuda No. 33-37 Surabaya. Tak sekadar perayaan kuliner durian, kenduren menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pertanian Jawa Timur, khususnya komoditas hortikultura unggulan.
Dalam program “Dialog Khusus Spesial” tayang di JTV pada Rabu (04/02/26), yang menjadi rangkaian kenduren, Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pudjiati Ningsih, menyebut Jawa Timur sebagai produsen durian nomor satu nasional. Pada 2025, produksi durian Jawa Timur tercatat sekitar 805.500 ton, berkontribusi hampir 29,5 persen terhadap produksi durian nasional.
“Durian Jawa Timur memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dengan durian dari provinsi lain maupun durian impor. Bahkan sebagian sudah menembus pasar ekspor,” ujar Pudjiati.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan kawasan durian melalui bantuan bibit unggul, sekolah lapang Good Agricultural Practices (GAP), serta pendampingan pascapanen. Sejumlah varietas lokal seperti Durian Merah Banyuwangi, Durian Bido Jombang, Durian Kanjeng Ponorogo, hingga Durian Gencono Lumajang menjadi kekayaan genetik yang terus dikembangkan.
Baca Juga : Lewat FLOII Expo 2025, BRI Dukung Pertumbuhan Industri Tanaman Hias Indonesia
Selain durian, Jawa Timur juga unggul pada komoditas hortikultura lain seperti alpukat, apel, jeruk, dan buah naga, yang sebagian besar menempati peringkat pertama produksi nasional.
Dari sisi pembiayaan dan digitalisasi, Bank Mandiri turut mengambil peran strategis. Vice President PT Bank Mandiri Region VIII Surabaya, Hadian Chandrakusuma, menilai Festival Kenduren sebagai ekosistem yang mempertemukan petani, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Festival Kenduren bukan hanya festival, tapi ruang edukasi. Kami mendorong petani dan UMKM agar melek literasi keuangan, memanfaatkan pembiayaan, serta menggunakan transaksi digital agar lebih berdaya saing,” kata Chandra.
Bank Mandiri menyediakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), Layanan Livin’ By Mandiri, serta Livin’ Merchant berbasis QRIS. Seluruh pelaku usaha di Festival Kenduren dipastikan dapat melayani transaksi non-tunai, sehingga masyarakat tidak perlu membawa uang tunai.
Tak kalah penting, kenduren juga diarahkan untuk menarik minat petani milenial. Modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digital farming, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci regenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan pasar global.
Festival Kenduren JTV pun diharapkan menjadi simbol sinergi antara pemerintah, perbankan, media, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun pertanian Jawa Timur yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berorientasi ekspor. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















