KEDIRI - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan mulai merebak di Kabupaten Kediri. Untuk mengantisipasi penyebarannya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri telah menerima lebih dari 7.000 dosis vaksin PMK yang akan disebarkan kepada para peternak.
Vaksin sebanyak 7.050 dosis ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengungkapkan bahwa setelah vaksin diterima, pihaknya langsung mendistribusikan vaksin ke 26 kecamatan dengan alokasi sekitar 200-250 dosis per kecamatan.
Tutik menjelaskan, prioritas utama dalam program vaksinasi ini adalah sapi-sapi sehat, terutama yang belum pernah divaksin sebelumnya. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada akhir 2024 hingga awal 2025, banyak kasus PMK ditemukan pada sapi potong yang belum divaksin. Oleh karena itu, program ini difokuskan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di daerah tersebut.
“Kami langsung mendistribusikan vaksin ke 26 kecamatan dengan alokasi dosis sekitar 200-250 dosis per wilayah,” kata Tutik Purwaningsih Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kepala DKPP Kabupaten Kediri.
Baca Juga : Tes Urine Sopir Angkutan Umum di Terminal Pare, Semua Negatif Narkoba
Untuk mempercepat penanganan PMK, DKPP Kabupaten Kediri membentuk dua tim khusus. Tim vaksinator akan memberikan vaksin kepada sapi sehat, sementara tim pengobatan akan menangani sapi yang sudah terjangkit PMK. Pembentukan dua tim ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran virus dari ternak yang sakit ke ternak yang masih sehat.
Selain itu, pengobatan bagi sapi yang terjangkit PMK dilakukan dengan pemberian vitamin, penyuntikan obat, serta penyemprotan luka di mulut dan kuku menggunakan Gusanex. Langkah-langkah ini diambil untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi sekunder.
Dari data yang tercatat oleh DKPP Kabupaten Kediri, hingga saat ini terdapat 797 kasus PMK. Dari jumlah tersebut, 128 sapi dinyatakan sembuh, sementara 27 ekor sapi terpaksa mati akibat penyakit ini.
Baca Juga : Ledakan Petasan di Kediri Hancurkan Rumah, Korban Alami Luka Bakar 68 Persen
“Kami berharap vaksinasi dan pengobatan ini bisa mempercepat pemulihan ternak dan mengurangi penyebaran PMK,” pungkasnya. (Muhammad Zainurofi)
Editor : JTV Kediri