BANGKALAN - Untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Bangkalan seperti yang sempat terjadi di Kabupaten Sumenep, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK RI melakukan monitoring langsung ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat (29/8/2025).
Dalam kunjungan itu, Deputi Kemenko PMK didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan memantau sejumlah pasien sekaligus mendorong percepatan capaian imunisasi campak agar mencapai 95 persen. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit.
Deputi Kemenko PMK RI, dr. Sukadiono, MM, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 17 anak suspek campak yang dirawat di RSUD Syamrabu. Seluruh pasien dalam kondisi stabil, bahkan beberapa di antaranya diperkirakan segera dipulangkan dalam waktu dekat.
Hal senada juga disampaikan dokter spesialis anak RSUD Syamrabu, dr. Mega Malynda, Sp.A. Ia menegaskan kondisi seluruh pasien masih terkendali. “Dengan imunisasi, balita akan memiliki kekebalan terhadap penyakit campak sehingga risiko penularan bisa ditekan,” ujarnya.
Mega juga mengimbau agar orang tua segera membawa anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak ke polindes, pustu, maupun puskesmas terdekat.
Sebagai langkah pencegahan lebih luas, pemerintah mengajak seluruh pihak, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan mendukung program imunisasi. Harapannya, Bangkalan dapat terhindar dari KLB campak dan kesehatan anak-anak tetap terjaga. (Ni Luh Ayu Anggraeni)
Editor : M Fakhrurrozi