KABUPATEN MADIUN - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu selama dua hari terakhir menyebabkan Dam Kedungrejo di Kabupaten Madiun mengalami pergeseran hingga dua kali. Akibatnya, sejumlah bagian bangunan dam mengalami kerusakan dan mengancam sistem irigasi seluas 1.436 hektare.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, disusul kejadian kedua pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Dam yang berlokasi di Dusun Wonoayu, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng itu mulai mengalami sliding atau pergeseran akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Dam Kedungrejo diketahui menjadi sumber irigasi teknis bagi lahan pertanian di sejumlah desa, di antaranya Desa Wonoayu, Desa Babadan Lor, hingga Desa Warurejo.
Akibat pergeseran tersebut, dinding sungai bagian dalam mengalami kerusakan sepanjang sekitar 20 meter, dengan lebar mercu 18,80 meter dan tinggi 2,80 meter. Selain itu, alat elevasi (elimetri) di lokasi juga dilaporkan roboh.
Petugas telah melakukan penanganan sementara guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Upaya tersebut dilakukan dengan pemasangan sandbag, sesek, serta pancang untuk menahan aliran air agar tidak masuk ke saluran irigasi.
Pengamat Operasi dan Pemeliharaan (OP) UPT PSDAWS Bengawan Solo wilayah Madiun, Andika Widodo, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi.
“Penanganan sementara sudah kami lakukan dengan pemasangan sandbag dan pancang untuk menahan aliran air. Selanjutnya kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Andika.
Kerusakan dam ini telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur untuk penanganan lanjutan.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati lokasi kejadian, mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
Editor : JTV Madiun



















