BONDOWOSO - Menipisnya makanan di musim kemarau, membuat sejumlah monyet di Kabupaten Bondowoso, turun gunung. Monyet liar ini turun dari kawasan Pegunungan Arak-Arak, Kecamatan Wringin untuk mencari makanan.
Guna mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa, puluhan relawan dari lintas komunitas bergerak cepat menggelar aksi sosial dengan membawa beraneka ragam buah dan umbi-umbian pada Jumat (17/7/2026). Begitu melihat pakan digelar, kawanan monyet yang kelaparan langsung berhamburan turun dari atas pepohonan untuk mendekati pinggir jalan.
"Ya harapan kami nanti buah-buahan yang kami berikan ke hewan-hewan tersebut, intinya kami memberikan yang berbiji supaya nanti diharapkan bijinya itu bisa tumbuh secara alami," ujar Veny, salah seorang relawan lingkungan di lokasi.
Pemberian buah berbiji ini sengaja dilakukan sebagai strategi jangka panjang untuk memperbaiki ekosistem yang mulai rusak. Para relawan berharap, biji buah yang dibuang oleh kawanan monyet tersebut dapat tersebar dan tumbuh menjadi pohon-pohon baru di kawasan hutan.
Selain berfokus pada pemenuhan nutrisi satwa yang kelaparan, aksi ini juga membawa misi besar untuk menjaga kelestarian lingkungan dan wilayah resapan air di kawasan pegunungan tersebut. "Sekalian untuk penghijauan di lahan di kawasan Arak-Arak ini. Kami dari lintas komunitas, rutin mengadakan kegiatan seperti ini," tambah Veny.
Selama pembagian makanan berlangsung, para relawan tetap diwajibkan untuk menjaga jarak aman agar tidak mengganggu habitat asli maupun mengubah perilaku liar alami dari satwa tersebut. Melalui aksi nyata ini, komunitas relawan berharap masyarakat luas dapat terinspirasi untuk ikut menjaga kelestarian alam.
Gerakan penyelamatan satwa ini pun telah diagendakan secara berkala untuk mengantisipasi puncak kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut setiap tahunnya. "Dalam satu tahun terutama di saat musim kering, musim kemarau itu tiga, tiga kali," jelas Veny saat dikonfirmasi mengenai intensitas aksi tersebut.
Editor : Iwan Iwe



















