PACITAN - Tradisi ronthek gugah sahur di Kabupaten Pacitan kembali berlangsung meriah pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan penampilan berbagai kelompok ronthek dari desa dan kelurahan yang menampilkan kreativitas mereka dalam membangunkan sahur.
Tidak hanya menampilkan irama khas kentongan bambu dan gamelan, sejumlah kelompok ronthek juga memadukan alat musik modern seperti brass drum band. Bahkan, beberapa kelompok turut menggabungkan penampilan dengan kesenian tradisional jaranan sehingga menambah semarak suasana malam hingga menjelang sahur.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang turut menyaksikan langsung tradisi tersebut menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun antusiasme peserta terus meningkat. “Khususnya dua tahun ini peserta ronthek semakin antusias, kemudian semakin kreatif dan yang paling penting adalah semakin tertib,” kata Mas Aji, sapaan akrab Bupati Pacitan.
Baca Juga : Hilang Lima Hari, Pemuda 21 Tahun di Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu
Menurutnya, kelompok ronthek dari setiap desa dan kelurahan mampu menunjukkan sikap saling menghargai, baik antar kelompok maupun kepada para penonton yang memadati jalur penampilan. “Para peserta dari setiap desa atau kelurahan ini saling menghargai antar kelompok ronthek serta para penonton dengan memberikan tampilan yang sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kreativitas peserta yang tidak hanya mengandalkan alat musik tradisional, tetapi juga memadukannya dengan potensi budaya dari masing-masing desa. “Potensi-potensi di desanya juga dikeluarkan. Ada yang digabung dengan alat musik modern dan juga yang tampil dengan kesenian yang ada di desanya. Ini tentu suatu hal yang positif,” jelasnya.
Atas berkembangnya tradisi tersebut, Mas Aji menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang terus menjaga dan meramaikan tradisi ronthek gugah sahur di Pacitan. “Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan mengucapkan terima kasih kepada para peserta ronthek. Kita tahu bersama tradisi ini tidak ada yang mengoordinir secara khusus, namun tetap berjalan dan bahkan semakin meriah serta memberi hiburan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga : Sambut Mudik Lebaran, Pemprov Jatim Percepat Perbaikan Jalan
Sepanjang rute penampilan, ribuan warga tampak antusias menyaksikan pertunjukan ronthek yang berlangsung hingga menjelang waktu sahur, menjadikan tradisi tahunan ini sebagai salah satu hiburan khas Ramadan yang selalu dinantikan masyarakat Pacitan. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan


















