SURABAYA - Kegagalan Persebaya Surabaya meraih kemenangan pada pekan ke-13 Super League berujung pada pemecatan pelatih kepala, Eduardo Perez. Hasil imbang 1-1 melawan Arema FC menjadi puncak kekecewaan atas performa tim yang tak kunjung membaik. Tekanan suporter pun semakin kuat membuat manajemen Persebaya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih.
Kapten Persebaya, Bruno Moreira, memahami rasa kecewa yang dirasakan Bonek dan Bonita. Namun menurutnya, Eduardo Perez telah menunjukkan dedikasi besar selama menangani tim.
“Ya, saya mengerti para suporter. Ini terjadi di seluruh dunia. Orang pertama yang biasanya didorong adalah pelatih. Tapi saya melihat bagaimana coach bekerja setiap hari, bagaimana ia mendorong kami untuk menjadi lebih baik. Secara pribadi, saya sangat menyukainya,” ujar Bruno.
“Saya tidak setuju dengan para suporter, meski saya memahami frustrasi mereka. Ini pertandingan besar dan mereka selalu berharap kami menang. Coach selalu memberikan yang terbaik, memberi nasihat secara personal maupun untuk seluruh tim. Bahkan minggu ini, ia bicara langsung dengan saya dan mengatakan ingin pindah,” lanjutnya.
Baca Juga : Laga 'Big Match' Persebaya vs Persib: Bojan Hodak Waspadai Efek Bernardo Tavares di Skuad Bajul Ijo
“Dengan atau tanpa gol, ia sudah memberikan segalanya. Dedikasinya selama 13 pekan patut diapresiasi,” tegasnya.
Hingga kini, manajemen Persebaya belum mengumumkan sosok pengganti Eduardo Perez. Nama Bernardo Tavares menjadi kandidat yang santer dikaitkan, meski belum ada keputusan resmi. Sementara itu, skuad Green Force dijadwalkan kembali berlatih di Lapangan ABC, Komplek Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, pada Selasa sore. (Juli Susanto/Nevenia)
Baca Juga : Persebaya Bungkam PSM Makassar, Bernardo Tavares Soroti Lemahnya Akurasi 'Finishing' Bajul Ijo
Editor : M Fakhrurrozi



















