Menu
Pencarian

Tips Menjalani Intermittent Fasting agar Tetap Aman dan Efektif

Portaljtv.com - Rabu, 22 April 2026 09:50
Tips Menjalani Intermittent Fasting agar Tetap Aman dan Efektif
Foto: Shutterstock

Metode pola makan Intermittent Fasting atau IF semakin populer di kalangan masyarakat karena dinilai lebih fleksibel dibandingkan diet konvensional. Pola ini tidak berfokus pada jenis makanan, melainkan pada pengaturan waktu makan dan puasa dalam periode tertentu.

Salah satu metode yang umum diterapkan adalah pola 16:8, yakni berpuasa selama 16 jam dan mengonsumsi makanan dalam jangka waktu 8 jam. Meski terlihat sederhana, penerapannya tetap perlu dilakukan dengan tepat agar tidak berdampak pada kesehatan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani intermittent fasting:

• Mulai secara bertahap

Pemula disarankan tidak langsung menerapkan durasi puasa panjang seperti pola 16:8. Pola dapat dimulai dari 12:12 atau 14:10 agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Pada tahap awal, rasa lapar atau lemas ringan masih wajar terjadi, namun biasanya akan berkurang seiring penyesuaian tubuh.

• Perhatikan asupan saat jam makan

Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti protein, serat, serta cukup cairan penting untuk menjaga energi. Menghindari makan berlebihan setelah puasa juga perlu diperhatikan agar manfaat pola makan tetap optimal.

• Jaga kebutuhan cairan tubuh

Air putih tetap dapat dikonsumsi selama periode puasa. Minuman seperti teh atau kopi tanpa gula juga umumnya diperbolehkan selama tidak mengandung kalori tambahan.

• Kenali kondisi tubuh

Jika muncul gejala seperti pusing atau lemas berlebihan, pola IF sebaiknya dievaluasi. Pada kondisi tertentu seperti penderita Diabetes, ibu hamil, atau individu dengan masalah kesehatan tertentu, disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani pola ini.

• Sesuaikan dengan aktivitas harian

Pemilihan waktu makan yang realistis dapat membantu menjaga konsistensi tanpa mengganggu rutinitas sehari-hari. Misalnya, waktu makan dapat disesuaikan dengan jam kerja atau waktu istirahat agar tubuh tetap mendapatkan energi yang cukup saat beraktivitas. Penyesuaian ini juga membantu mencegah rasa lemas berlebihan, terutama bagi individu dengan aktivitas padat.

• Utamakan konsistensi

Intermittent fasting bukan metode instan. Penerapannya perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing individu. Hasil yang diperoleh juga dapat berbeda pada setiap orang, sehingga penting untuk tidak membandingkan progres dengan orang lain dan tetap fokus pada pola yang nyaman dijalani dalam jangka panjang.

Penerapan pola makan ini pada dasarnya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan gaya hidup. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, intermittent fasting dapat dijalani secara lebih aman dan efektif dalam jangka panjang. (Amanda Dela)

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.