SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengelurkan siaran rilis mengenai peningkatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 11–20 Januari 2026 mendatang.
Adanya cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan intensitas sedang hingga deras, banjir, bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Wilayah yang terdampak di antaranya Banyuwangi, Kota Batu, Bondowoso, Jember, Kab/Kota Kediri, Magetan, Kab/Kota Pasuruan, Kab/Kota Mojokerto, Kab/Kota Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kab/Kota Malang, dan Lumajang.
Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda Malang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Kab/Kota Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Kota Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, dan Pacitan.
Baca Juga : Mayoritas Jawa Timur Dilanda Hujan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir
BMKG menyebutkan sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Ini membuat potensi cuaca ekstrem meningkat dan diprakirakan terjadi beberapa hari ke depan.
Potensi cuaca ekstrem ini disebabkan aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), dan diprakirakan gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) melintasi Jawa Timur.
Selain itu, kondisi suhu permukaan laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan.
Baca Juga : Intensitas Mulai Menurun, Sebagian Besar Wilayah Jawa Timur Alami Hujan Lokal Ringan Hari Ini
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem. BMKG meminta senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak selama 10 hari ke depan.
Wilayah topografi curan/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.
Pantauan informasi cuaca secara berkala bisa dilihat melalui citra radar cuaca WOFI di situs web resmi BMKG. Masyarkat juga bisa melihat informasi cuaca terkini melalui media sosial dan aplikasi infoBMKG.
Editor : Khasan Rochmad



















