SIDOARJO - Halaman Polsek Sidoarjo Kota di Jalan Monginsidi mendadak riuh pada Minggu (26/7/2026) pagi. Ribuan warga dan penggerak koperasi tampak menyemut demi mengantre ribuan paket sembako murah yang disediakan dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.
Sebanyak 1.000 paket sembako yang disediakan panitia ludes tak bersisa dalam waktu singkat. Tiap paket yang berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng tersebut dijual dengan harga miring sebesar Rp 130.000, jauh di bawah harga pasaran. Total ada 10 ton beras, 10 ton gula, serta minyak goreng yang digelontorkan untuk menekan beban ekonomi masyarakat di Kota Delta.
Salah satu warga Sidoarjo, Mita, mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar murah ini. Menurutnya, harga paket sembako yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga toko atau pasar konvensional.
"Sangat membantu sekali buat kebutuhan dapur sehari-hari. Kalau bisa acara bazar murah seperti ini sering-sering diadakan," ujar Mita.
Baca Juga : 18 Kali Beraksi di Sidoarjo, Komplotan Begal Motor Diringkus, Otak Pelaku Ditembak
Bazar sembako murah ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang diinisiasi oleh Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sidoarjo yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Selain bazar, peringatan Harkopnas bertema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" ini juga dimeriahkan dengan jalan sehat dan senam massal yang dihadiri tak kurang dari 1.000 anggota koperasi.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi, serta dihadiri jajaran Forkopimda mulai dari Dandim 0816 Sidoarjo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, hingga Kapolsek Kota Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa koperasi memiliki peran vital sebagai motor penggerak perekonomian daerah yang berimbas langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
"Di Kabupaten Sidoarjo, koperasi merupakan pilar penting perekonomian. Kehadirannya sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menjaga stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi di daerah," kata Subandi saat membuka acara.
Targetkan 1.000 Lebih Koperasi Aktif di 2027
Baca Juga : Pabrik Pengolahan Tulang di Kalijaten Taman Sidoarjo Terbakar, Asap Hitam Pekat hingga 1 Km
Di tempat yang sama, Ketua Dekopinda Sidoarjo yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, mengungkapkan langkah strategis ke depan demi memperkuat ekonomi kerakyatan. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.900 koperasi di Sidoarjo, namun hanya sekitar 800-an koperasi yang berstatus aktif.
Dekopinda Sidoarjo pun membidik target besar untuk menghidupkan kembali ribuan koperasi yang mati suri tersebut.
Baca Juga : Delta Crisis Center (DCC) Dampingi 5.107 ODHA di Sidoarjo sejak 2008, Kelompok LSL Mendominasi
"Target kita hingga tahun 2027 nanti, jumlah koperasi yang aktif, berdaya, dan sehat bisa naik hingga mencapai 1.000 lebih koperasi," ujar Bambang Pujianto.
Bambang menegaskan, Dekopinda berkomitmen penuh untuk terus melakukan edukasi, konsolidasi, dan menyuarakan aspirasi gerakan koperasi agar bertransformasi menjadi lembaga yang modern, sehat, serta akuntabel.
"Kami berkolaborasi erat dengan Pemkab Sidoarjo yang terus memberikan dukungan regulasi dan fasilitas percepatan program perkoperasian," pungkasnya.
Baca Juga : Sedekah Bumi Tlocor: Ketika Sungai, Sesaji, dan Syukur Bertemu di Sidoarjo
Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, Dekopinda, dan elemen masyarakat, gerakan koperasi di Sidoarjo diharapkan mampu bertransformasi menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Editor : Bagoes Ri



















