NEW JERSEY - Prediksi simulasi gim EA Sports FC 26 kembali terbukti sakti tanpa meleset. Teknologi engine milik EA Sports sukses mempertahankan rekor sempurna dengan lima kali berturut-turut menembus ramalan juara dunia secara akurat, usai Tim Nasional Spanyol resmi merengkuh trofi Piala Dunia 2026.
Spanyol dinobatkan sebagai jawara dunia setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang dramatis di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gelar prestisius ini menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi La Furia Roja setelah penantian panjang selama 16 tahun sejak edisi 2010.
Kemenangan Spanyol ini kian mengukuhkan reputasi EA Sports sebagai pakar simulasi sepak bola paling presisi di dunia. Keberhasilan ini melengkapi rekam jejak fantastis mereka yang sebelumnya sukses menebak juara Piala Dunia pada empat edisi beruntun: Spanyol (2010), Jerman (2014), Prancis (2018), dan Argentina (2022).
Pertandingan puncak sendiri berjalan sangat sengit dengan kedua tim menerapkan pertahanan rapat sejak menit awal. Spanyol tampil lebih dominan dan terus mengurung pertahanan lawan, sementara Lionel Messi dan kawan-kawan kesulitan membangun serangan balasan.
Baca Juga : Empat Kali Tepat Prediksi Juara, EA Sports Kembali Ramalkan Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Ketangguhan kiper Argentina, Emiliano Martinez, sempat memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu (extra time) setelah skor kacamata 0-0 bertahan selama 90 menit. Situasi bagi Tim Tango semakin sulit setelah Enzo Fernandez diganjar kartu merah oleh wasit di masa injury time.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-105. Ferran Torres berhasil merobek gawang Argentina melalui gol krusial memanfaatkan umpan matang dari Nico Williams. Gol tunggal ini menjadi pembeda dalam laga tersebut sekaligus mengunci kemenangan bagi pasukan Luis de la Fuente.
Di balik gegap gempita perayaan di lapangan, momen ini menandai pergeseran regenerasi dalam skuad Spanyol. Para pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang tampil gemilang sepanjang turnamen membuktikan bahwa kombinasi visi taktik pelatih Luis de la Fuente dengan talenta muda berbakat menjadi kunci dominasi Spanyol tahun ini.
Selain itu, kesuksesan Spanyol mematahkan ambisi Argentina untuk mempertahankan gelar menunjukkan bahwa penerapan taktik tiki-taka modern yang lebih ofensif kini kembali menemukan bentuk terbaiknya di panggung internasional.
Bagi rakyat Spanyol, keberhasilan di New Jersey ini menjadi pesta perayaan yang telah dinanti sejak 2010, sekaligus menandai kembalinya era kejayaan sepak bola Spanyol di kancah dunia—sebagaimana yang telah diramalkan oleh simulasi EA Sports sejak awal. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















