SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur waspada terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem pada 11–20 Februari 2026.
Wilayah yang terdampak Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Kab/Kota Kediri, Kab/Kota Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Kab/Kota Probolinggo, dan Kab/KotaPasuruan.
Cuaca ekstrem berpotensi melanda Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Magetan, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
BMKG menyebutkan wilayah Jawa Timur berada pada musim hujan dengan beberapa masih mengalami puncak musim hujan. Selama 10 hari ke depan, akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.
Baca Juga : BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur Berawan dengan Potensi Hujan pada Akhir Pekan
Peningkatan potensi cuaca ekstrem ini disebabkan aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan atmosfer Low Frequency dan Gelombang Rossby yang akan melintasi Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup sigfinikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda memperingatkan masyarakat dan instansi senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta dampak dari bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, serta hujan es.
Baca Juga : Bangkit atau Tertinggal! Disdik Kota Batu Gaungkan Semangat Boedi Oetomo di Harkitnas 2026
Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.
Masyarakat bisa memantau perkembangan dan informasi cuaca berkala melalui citra radar WOFI di situs web BMKG. Masyarakat juga dapat melihat pantauan cuaca melalui aplikasi infoBMKG.
Editor : Khasan Rochmad



















