Sebuah toko busana muslim di Jalan Basuki Rahmat No. 44, Kelurahan Lateng, Banyuwangi menelan kerugian jutaan rupiah kerugian setelah beberapa potong busana di toko tersebut dicuri orang tak dikenal.
Pencuri diduga merupakan komplotan. Pada saat kejadian para pencuri nyaru sebagai pelanggan.
Pemilik toko, Rizky Nur, mengatakan peristiwa terjadi pada Kamis 20 November. Sepekan kemudian ia melaporkan kejadian ini ke Polresta Banyuwangi dengan bukti rekaman CCTV.
"Saya laporan pada Kamis 27 November ke Polresta Banyuwangi," kata Rizky.
Baca Juga : Uang Toko Jutaan Rupiah Raib, Pencurinya Ternyata Bocil
Rizky bercerita pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Pelakunya diduga berjumlah 3 orang, rombongan bermobil.
"Jumlahnya 3 orang yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan keluar dari mobil warna merah dan setelah itu masuk ke dalam toko dan langsung berpencar memilih-milih baju," kata Rizky.
Saat itu karyawan toko tengah sibuk melayani pembeli lain. Seorang terduga pelaku kemudian pura-pura menanyakan ukuran pakaian untuk mengecoh karyawan.
Pada saat bersamaan, salah satu terduga pelaku lainnya, sempat keluar dan kembali masuk ke mobil. Sesaat sebelum transaksi berlangsung, salah satu terduga pelaku mendekati pelaku lainnya yang berada di kasir yang akan melakukan transaksi.
"Setelah didatangi temannya, transaksi dibatalkan. Alasannya mau mengambil uang di bank. Ketiganya lalu pergi dengan mobilnya," terangnua.
Karena curiga keesokan harinya mengecek CCTV, rupanya tiga pelanggan sebelumnya mengambil beberapa potong busana. Di rekaman CCTV terlihat para terduga pelaku menyembunyikan barang curia dengan cara memasukkan barang ke dalam bajunya dan kemudian secara bergantian memasukkannya ke dalam mobil.
Kurang lebih ada 32 potong busana yang diambil. Busana yang diambil terdiri dari gamis dewasa, gamis pria dan paling banyak adalah baju koko anak-anak.
"Karena kejadian ini kerugian diperkirakan hampir Rp 10 juta," tandasnya.
Kejadian ini telah dilaporkannya ke polisi. Ia berharap kasus ini segera ditangani dan para pelaku bisa tertangkap.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















