Menu
Pencarian


Berburu Helm Jadul, Pria Blitar Sulap Hobi Jadi Bisnis Menguntungkan

JTV Kediri - Selasa, 11 Agustus 2026 10:43
Berburu Helm Jadul, Pria Blitar Sulap Hobi Jadi Bisnis Menguntungkan
Arik Agung Prasetyo Budi, Pengusaha Helm Klasik. (Foto : Qithfirul Aziz)

BLITAR - Kelangkaan helm retro justru menjadi peluang bisnis bagi Arik Agung Prasetyo Budi. Warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, tersebut serius menggeluti jual beli helm klasik sekaligus membuka jasa restorasi sesuai pesanan pelanggan.

Usaha yang dirintis sejak 2016 itu berawal dari hobi mengoleksi helm jadul. Arik awalnya hanya mencoba menjual beberapa koleksi pribadinya melalui media sosial.

Tak disangka, respons pasar cukup besar. Dari sana, Arik mulai berburu helm klasik yang sudah sulit ditemukan untuk kemudian direstorasi sebelum dijual kembali dengan nilai lebih tinggi.

Ratusan helm kini memenuhi ruang tamu rumahnya. Sementara ruang tengah rumah orang tuanya disulap menjadi tempat reparasi dan restorasi. Berbagai helm klasik dengan desain unik terlihat berjajar, berdampingan dengan helm keluaran terbaru yang telah memenuhi standar SNI.

Arik mengaku pada awalnya bisnis tersebut hanya dijalankan sebagai pekerjaan sampingan. Saat masih bekerja serabutan di bidang bangunan sekaligus menjadi fotografer acara pernikahan, ia memanfaatkan waktu luang untuk berburu helm dan mengerjakan proses restorasi.

Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah. Kondisi itu membuat Arik memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lainnya dan fokus mengembangkan bisnis restorasi serta jual beli helm.

"Saya awalnya hanya menjual koleksi pribadi. Setelah melihat peminatnya banyak, saya mulai mencari helm-helm jadul yang kondisinya masih bisa direstorasi," kata Arik.

Bagi Arik, proses restorasi bukan sekadar memperbaiki helm. Setiap bagian dikerjakan dengan teliti agar karakter dan tampilan klasiknya tetap terjaga.

Salah satu jenis helm retro yang kini banyak diburu kolektor adalah helm Chips. Untuk helm dengan kondisi masih bagus, Arik membanderolnya sekitar Rp 350 ribu. Harga dapat berbeda tergantung kondisi, kelangkaan, serta hasil restorasi.

Pelanggan bisnisnya pun cukup beragam. Namun, sebagian besar berasal dari komunitas dan pecinta sepeda motor klasik yang membutuhkan helm dengan tampilan selaras dengan kendaraan mereka.

Selain helm retro, Arik kini juga menyediakan berbagai helm model kekinian yang telah memenuhi standar SNI. Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, baik untuk koleksi maupun penggunaan sehari-hari.

Dari rumah sederhana di Desa Kalipucung, Arik membuktikan bahwa barang yang dianggap lawas dan langka masih memiliki nilai ekonomi. Hobi yang awalnya sekadar mengoleksi pun berhasil berkembang menjadi usaha yang menghasilkan. (Qithfirul Aziz)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.