PASURUAN - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan mulai berangsur surut hingga Rabu (25/3/2026) pagi. Meski demikian, ribuan warga masih terdampak. Banjir terjadi setelah hujan lebat lebih dari dua jam pada Selasa (24/3/2025) siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam pemukiman warga.
BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat, di Kecamatan Rejoso, banjir berdampak pada 1.383 kepala keluarga atau 4.149 jiwa. Genangan tertinggi mencapai 80 hingga 150 sentimeter di Dusun Sadeng, Desa Sadengrejo. Bahkan, 50 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke balai desa. Sementara di Desa Kawisrejo, 25 kepala keluarga juga mengungsi akibat genangan hingga 110 sentimeter.
Di Kecamatan Bangil, sebanyak 1.276 kepala keluarga atau 3.828 jiwa terdampak. Meski sebagian wilayah mulai berangsur surut, genangan masih terjadi di beberapa titik seperti Desa Tambakan dan Kelurahan Kalianyar dengan ketinggian antara 10 hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Beji, banjir berdampak pada 1.430 kepala keluarga atau 4.290 jiwa. Beberapa wilayah masih tergenang cukup tinggi, terutama di Desa Kedungringin dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 120 sentimeter. Selain itu, akses jalan alternatif Beji–Bangil juga masih tergenang hingga 50 sentimeter.
Baca Juga : Diguyur Hujan Seharian, Sejumlah Desa Di Banyuwangi Terendam Banj
Di Kecamatan Winongan, sebanyak 1.318 kepala keluarga atau 3.954 jiwa terdampak. Genangan air masih terlihat di sejumlah desa seperti Menyarik, Prodo, hingga Winongan Kidul dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter di beberapa titik.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Grati dengan 258 kepala keluarga terdampak, di mana ketinggian air di Desa Kedawung Kulon mencapai 40 hingga 100 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Gondangwetan, banjir berdampak pada 610 kepala keluarga atau 2.025 jiwa. Sebanyak 195 warga dilaporkan mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi akibat genangan yang masih bertahan hingga 70 sentimeter di beberapa dusun.
Baca Juga : Pengungsi Banjir di Jombang Mulai Diserang Penyakit Gatal, Anak-anak Alami Demam
Di wilayah lain seperti Kecamatan Kraton (300 KK), genangan masih terjadi dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter, sedangkan di Kecamatan Pohjentrek (395 KK), sebagian wilayah masih tergenang ringan hingga 30 sentimeter. Adapun beberapa wilayah seperti Kejayan dan Pasrepan dilaporkan mulai surut.
Secara keseluruhan, banjir kini telah berdampak pada lebih dari 7.000 kepala keluarga yang tersebar di sedikitnya 10 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 sentimeter hingga lebih dari 1,5 meter.
Selain merendam permukiman, banjir juga sempat mengganggu jalur utama seperti Pantura, meski di beberapa titik dilaporkan mulai surut. Aktivitas warga pun masih terganggu, terutama di wilayah yang genangannya belum surut.
Baca Juga : Penyakit Gatal Mulai Serang Warga Terdampak Banjir di Kota Mojokerto
Hingga saat ini, kondisi masih dalam status waspada dan pemantauan. Petugas dari BPBD, kepolisian, dan instansi terkait terus melakukan monitoring serta penanganan di lokasi terdampak, sementara warga diimbau tetap siaga terhadap potensi banjir susulan. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Kalaksa BPBD Jatim: Pembangunan Hunian Terdampak Banjir di Banyuwangi Capai 70 Persen
Editor : Iwan Iwe



















