KOTA BATU - PortalJTV – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2026 dimaknai Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi emas Indonesia 2045. Semangat kebangkitan yang lahir dari perjuangan Boedi Oetomo dinilai masih relevan untuk ditanamkan kepada pelajar di era modern saat ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum membangun kesadaran siswa bahwa pendidikan merupakan jalan utama menuju perubahan bangsa.
“Semangat Boedi Oetomo lahir dari kesadaran bahwa pendidikan adalah jalan kebangkitan bangsa. Semangat itu harus terus hidup di kalangan pelajar saat ini,” ujar Alfi, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, semangat kebangkitan nasional di lingkungan pendidikan dapat diwujudkan melalui sikap disiplin belajar, membangun karakter positif, hingga kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga : Bangkit atau Tertinggal! Disdik Kota Batu Gaungkan Semangat Boedi Oetomo di Harkitnas 2026
“Kalau siswa sekarang ingin meladani Hari Kebangkitan Nasional, tidak harus membuat organisasi besar. Intinya adalah bangkit dari keterbatasan dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik,” jelasnya.
Ia menilai tantangan pelajar saat ini bukan lagi penjajahan fisik seperti masa lalu, melainkan persoalan kemalasan, rendahnya literasi, perundungan, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi yang tidak dimanfaatkan secara bijak.
Karena itu, Disdik Kota Batu mendorong siswa agar memiliki semangat belajar tinggi dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan di sekolah.
Baca Juga : Kapolsek Kediri Kota Jadi Dalang Wayang, Edukasi Bahaya Smartphone untuk Anak TK
“Bangkit itu bisa dimulai dari hal sederhana. Berani belajar, berani bertanya, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan sumber belajar digital dengan bijak,” katanya.
Selain itu, Alfi juga menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial di lingkungan sekolah sebagai bentuk implementasi semangat kebangkitan nasional.
“Dulu semangat kebangkitan lahir karena peduli terhadap kondisi bangsa. Sekarang siswa bisa meladaninya dengan peduli terhadap teman yang kesulitan belajar, menjaga lingkungan sekolah, dan aktif dalam kegiatan sosial,” ujarnya.
Ia juga mengajak pelajar untuk berani menyampaikan pendapat dan berpikir kritis secara santun. Menurutnya, keberanian menyuarakan ide positif merupakan bagian dari pembangunan karakter generasi muda.
“Anak-anak sekarang harus berani speak up terhadap hal-hal yang benar. Aktif di OSIS, diskusi kelas, kegiatan ilmiah maupun ekstrakurikuler itu bagian dari proses membangun karakter kebangkitan,” tambahnya.
Di sisi lain, Disdik Kota Batu juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan mencegah perundungan di lingkungan pendidikan. Semangat Hari Kebangkitan Nasional, kata Alfi, harus diwujudkan dalam sikap saling menghargai tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kondisi sosial.
“Jangan ada bullying, jangan ada kelompok eksklusif di sekolah. Semua siswa harus saling merangkul, termasuk teman-teman berkebutuhan khusus,” tegasnya.
Tak hanya itu, pelajar juga diajak mencintai budaya dan produk lokal sebagai bagian dari menjaga identitas bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
“Bangga menggunakan produk lokal dan mempelajari budaya daerah juga bagian dari semangat kebangkitan nasional,” imbuhnya.
Alfi berharap semangat kebangkitan nasional tidak berhenti dalam peringatan tahunan semata, melainkan terus hidup di ruang-ruang kelas dan lingkungan sekolah di Kota Batu.
“Pelajar Kota Batu adalah aset bangsa menuju Generasi Emas 2045. Kalau semangat belajar, karakter, dan kepedulian sosial terus dibangun, maka semangat 1908 akan tetap hidup sampai kapan pun,” pungkasnya. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















