KEDIRI - Warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menggelar lomba balap perahu mini sebagai ajakan untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kegiatan unik ini menjadi cara kreatif warga dalam mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai di wilayah mereka.
Perahu yang diikutsertakan dalam lomba harus merupakan karya warga sendiri, dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Tidak diperkenankan membeli perahu dari toko. Beragam hasil kreasi perahu mini buatan warga pun meramaikan jalannya perlombaan.

Keunikan lomba terlihat dari mekanismenya. Perahu peserta diletakkan langsung di sungai, kemudian dilepas bersamaan mengikuti arus setelah aba-aba diberikan panitia. Pemenang ditentukan dari perahu tercepat yang mencapai garis finis sejauh 500 meter tanpa terbalik.
Baca Juga : Pemancing Magetan yang Terseret Banjir Ditemukan Tewas di Ngawi
Salah satu peserta, Ilham Maulana Putra, mengaku membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat perahunya. Ia memanfaatkan kayu-kayu bekas sebagai bahan utama, kemudian menghaluskannya sebelum dirakit menjadi perahu.

“Alasan saya ikut karena banyak yang ikut, jadi saya tertarik buat ikut,”ujar Ilham.
Baca Juga : Kakek 78 Tahun Terseret Aliran Sungai Irigasi
Sementara itu, Ketua Panitia, Retno Wijayanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mengajak warga hidup lebih sehat dan peduli lingkungan.

“Acara ini untuk mengajak warga tidak membuang sampah ke sungai, sekaligus melestarikan sungai yang dulu juga dipakai untuk aktivitas mencuci,” jelasnya.
Total terdapat 65 perahu yang mengikuti lomba tahun ini, dengan dua kategori penilaian, yakni kecepatan dan keindahan.

Panitia juga menyediakan hadiah doorprize, termasuk berbagai peralatan dapur dan perlengkapan rumah tangga bagi para pemenang. (Beny Kurniawan/Nevenia)
Editor : M Fakhrurrozi




















