KEDIRI - Seorang Babinsa di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, membuktikan bahwa tugas pokok di kesatuan tidak menghalangi kreativitas berwirausaha. Sertu Supriyadi, anggota Koramil 02/Pesantren Kodim 0809/Kediri, sukses mengembangkan budidaya burung kenari merah lokal atau Merlok.
Hobi yang ditekuni sejak lama itu kini berkembang menjadi unit bisnis yang menjanjikan, sekaligus menjadi sarana hiburan di sela tugas. Supriyadi mengaku mulai belajar beternak burung sejak 2009, namun baru serius digeluti sejak 2020 setelah bertugas di Kediri.
"Saya sudah mulai belajar beternak burung sejak tahun 2009 saat masih di Malang. Tapi baru serius mulai tahun 2020 di sini," ujar Supriyadi.
Baca Juga : Harga Daging Ayam Tembus Rp37 Ribu, Pedagang di Pasar Pahing Kediri Keluhkan Sepi Pembeli
Saat ini, ia memiliki koleksi 12 pasang indukan kenari berkualitas. Dengan bergabung dalam komunitas Merlok Kediri, ia tak kesulitan memasarkan hasil ternaknya. Dalam sebulan, rata-rata ia mampu menjual 10 hingga 15 ekor burung.
"Dari usaha ini, saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per bulan," jelasnya.
Langkah kreatif Sertu Supriyadi mendapat apresiasi dari atasannya. Danramil Pesantren, Kapten Inf Dwi Agus Harianto, mendukung penuh anggotanya yang memiliki usaha sampingan, asalkan tidak mengganggu tugas pokok.
Baca Juga : Sidak Pasar Pahing Kota Kediri, Pastikan Harga Beras Dan MinyakKita Stabil Selama Ramadan 2026
"Dengan kegiatan positif seperti ini, prajurit memiliki rutinitas yang bermanfaat dan produktif, termasuk untuk pasca-purna tugas, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi keluarga," kata Dwi Agus.
Berdasarkan pantauan di pasar setempat, harga kenari merah lokal bervariasi. Untuk anakan dihargai Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per ekor. Untuk burung tembayan usia 3-8 bulan, harganya antara Rp500 ribu hingga Rp650 ribu. Sementara untuk pejantan, harga bisa mencapai Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per ekor. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















