KABUPATEN MADIUN - Musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran lahan di sekitar ruang milik jalan tol. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan asap yang dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Mengantisipasi potensi tersebut, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) menyiagakan tim pemadam sekaligus memperkuat pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran.
Tim pemadam disiapkan untuk menangani api secara manual menggunakan gepyok maupun mobil tangki air apabila kobaran cukup besar. Dari sisi pencegahan, koordinasi juga dilakukan secara intensif bersama Perhutani.
Sosialisasi diberikan kepada para petani di sekitar jalur tol agar tidak melakukan pembakaran jerami maupun sisa hasil pertanian di dekat jalan tol. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet dan menimbulkan asap yang dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga : Asap Kebakaran Ancam Jarak Pandang, Pengguna Tol Diminta Waspada
Berdasarkan pemetaan, sejumlah titik rawan kebakaran berada di kilometer 620 hingga 631. Wilayah tersebut melintasi area yang berdekatan dengan hutan dan lahan semak yang mengering selama musim kemarau.
Untuk memastikan kondisi jalur tetap aman, pemantauan dilakukan secara berkala melalui patroli Mobile Customer Service (MCS) setiap 30 menit.
Direktur Teknik dan Operasional PT JNK, Aryo Gunanto, mengatakan selama Juli hingga Agustus telah tercatat beberapa kejadian kebakaran skala kecil di sekitar ruang milik jalan tol. Seluruh kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat.
Pengguna jalan tol diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika menemukan asap kebakaran yang mengarah ke jalur tol dan berpotensi mengganggu jarak pandang.
Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan serta meningkatkan jarak aman apabila kondisi pandangan mulai terganggu akibat asap.
Editor : JTV Madiun



















